Sudi Silalahi, Jenderal Batak yang Berani Ingatkan Presiden Salat Jumat

Sudi Silalahi, Jenderal Batak yang Berani Ingatkan Presiden Salat Jumat Dahlan Iskan

(Jenderal Sudi Silalahi. Foto: Antara)

Perkenalan pertama saya dengan Pak Sudi terjadi ketika beliau menjabat Pangdam V/Brawijaya di Surabaya.

Meski namanya Silalahi, Sudi mampu berbahaya Jawa halus. Gerak tubuhnya juga sangat Jawa. Itulah sebabnya ia mendapat gelar Jenderal Batak dari Tanah Jawa. Itu pula judul buku biografinya. Pak Sudi mengirimkan buku itu ke rumah saya. Satu bulan lalu. Lengkap dengan tanda tangannya.

Tapi "tanah Jawa" yang dimaksud di judul buku itu benar-benar Tanah Jawa. Sudi lahir di Tanah Jawa. Meski di Siantar, desa tempat kelahiran Sudi itu, di sana, disebut "Tanah Jawa". Begitulah cerita dari Letjen Purn TB Silalahi kepada Disway tadi malam.

Tentu saya tidak bisa ikut melayat kemarin. Saya ucapkan duka lewat mas Bowo, putranya. Saya lihat ada Pak SBY di Taman Makam Pahlawan Kalibata kemarin siang. Juga Pak JK, Pak Budiono Wapres, Pak Hatta, Pak Dipo, dan Pak Menko Polhukam Mahfud MD sebagai inspektur upacara.

Hujan datang begitu deras saat jenazah tiba di TMP.

Hujan langsung tuntas ketika liang lahat ditimbun kembali. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul Angka Holding

Heiruddin Arafah

Abah, ada koreksk di PT Pelindo Pelayanan Pelabuhan. Yang benar PT Pelindo Jasa Maritim. Berpusat di Makassar. Salah satu bisnis utamanya adalah pemanduan dan penundaan.

Leong Putu

Dulu waktu masih di desa dan masih bujang. Saya dapat bagian tiga ekor Pedet dari orang tua. Satu jantan dan dua betina. Setelah sekian lama saya pelihara, tiba waktunya untuk melatih mereka untuk membajak. Saya coba pasangkan satu jantan dan satu betina. Saat sedang memasang kuk, eeeeh tiba tiba si jantan malah mencoba untuk menunggangi si betina. Ia maunya belajar kawin. Wedeeeeww ..... Pemilik dan hewan pliharaan kok ya otaknya sama saja. wkwkwk..... Ketika alat sudah terpasang, tiba waktunya untuk menarik mata bajak, tampaklah bahwa si jantan sangat malas. Jalannya lambat. Kepalanya digoyang goyang. Menjengkelkan sekali. Padahal makannya terjamin. Minumnya tak pernah telat. Kuning telor dan madu, dua kali satu minggu. Tapi malasnya minta ampun. Pun ketika saya pasangkan dengan betina yang satunya. Sama saja, sami mawon. Sego rawon. Mungkin si jantan itu berpikir " Aku kerja atau tidak, makanan , minum dan jamu untukku tetap sama banyaknya, buat apa kerja susah payah" Dasar tuan yang bodo " pikirnya juga dalam hati". Akhirnya ketiga sapi itu jadi malas semua. Malas ternyata menular. Saya jengkel, akhirnya semua saya jual ke RPH. Uangnya saya belikan Traktor. sebagian saya pakai modal nikah. Saya tidak perlu lagi cari pakan. Waktu jadi lebih banyak bersama istri. Maklum manten anyar. Entah lah dengan semua BUMN itu... Apa mereka juga berpikir seperti sapi sapi saya itu ?

Komentator Spesialis

Tentu angka angka ini pastinya akan membuat pendukung YNTKTS girang tak karuan. RIM dan Nokia sebelum nyungsep juga labanya gila gilaan. Tapi apakah investor tertarik? NO! Dilain pihak, Tesla yang hampir setiap kwartal rugi gila gilaan. Tapi apakah investor lari? TIDAK! Malah mereka membeli saham Tesla hingga sahamnya memecah rekor harga tertinggi. Laba memang penting. Tetapi tidak mutlak. Bisa saja laba tercapai karena jual aset atau yang lain. Betapa banyak saham harganya jeblok setelah mengumumkan memperoleh laba. Yang membuat tertarik bukan hanya laba. Tetapi PROSPEK bisnisnya seperti apa, growthnya dan trend bisnisnya bagaimana.

Dimana Saja

anda sudah tau, siapa yang gencar dan getol dengan serikat buruh. Yang dulu sering mendompleng suara serikat buruh. Tapi kok jarang ada yang getol dan gencar dengan kaum petani. Padahal angka di BPS 33,4juta notabene dihuni oleh para petani, angka yang tidak sedikit. BUMN sektor pertanian pun, yang justru memiliki peranan sangat vital yaitu pangan, jarang² dan kecil², ada 3 : PT RNI (produsen beras premium), PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri, 2 terakhir produsen benih. Ada lagi yang berbadan perum yaitu Perum Bulog, yang masih kurang efektif menyerap gabah hasil produksi langsung petani, karena masih sering impor dan impor. Ada juga yang terbaru, baru saja diresmikan Badan Ketahanan Pangan bertanggung jawab langsung ke Presiden, yang tuags mayoritasnya soal koordinasi. Kenapa kok bukan Mentan aja ya, toh sama² soal koordinasi dan bertanggung jawab langsung ke Presiden.

Co Ba

Angka realisasi kinerja beda dengan angka target kinerja... Dan angka kinerja tidal bisa bohong, tapi kan bisa di window dressing.

Liam

Di dunia usaha yang keras, kalau rugi karyawan tak gajian, berlanjut lama, pada bubar cari kerjaan baru. Ibarat pohon beringin besar tumbang, yang berteduh dibawah nya, kabur lintang pukang lari berhindar supaya tak tertimpa dahan dan batang pohon. Di Dunia BUMN biarpun rugi malah antri yang mau masuk jadi karyawan, apalagi komisaris .Kwkwkw