
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wiraraja, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor pemda setempat, Senin (01/11/21).
Aksi itu dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Mahasiswa berangkat dari titik kumpul Taman Tajamara menuju Kantor Pemkab Sumenep. Dalam perjalanannya, massa aksi bergantian melakukan orasi dan menyanyikan lagu kebesarannya.
Aksi itu digelar dalam rangka melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mengatasi angka penganggguran dan kemiskinan, pembangunan, dan penegakan hukum.
Yusril Ardian, korlap aksi saat diwawancarai media menyebutkan angka pengangguran termasuk angka kemiskinan terus bertambah meskipun sejumlah investor yang masuk ke Sumenep.
Pantauan BANGSAONLINE.com, massa aksi terus bergantian melakukan orasi sambil menunggu kedatangan Bupati Sumenep untuk ditemui.
Setelah beberapa saat orasi, massa aksi melakukan pembakaran ban motor dan aksi telanjang dada (buka baju) sebagai bentuk kekecewaan terhadap orang nomor 1 di Kabupaten Sumenep yang tidak kunjung datang untuk menemui mereka. Bahkan mereka sempat saling dorong pagar antara pendemo dan pihak kepolisian.
Ardian menilai pihak kepolisian sangat berlebihan mengawal massa aksi dengan memasang kawat berduri.
“Kita datang ke sini melakukan aksi damai. Tapi kenapa kedatangan kami kok dipasang kawat berduri ini? Ada apa kok dipasang kawat berduri segala? Kepolisian terlalu berlebihan dan lebay cara menyikapinya,” ujarnya dengan kecewa.
Tak berselang lama, akhirnya puluhan massa aksi membubarkan diri dengan rasa kecewa dan tertib. Mereka berjanji akan melakukan aksi lanjutan untuk menindaklanjuti aksi hari ini.
“Satu saat nanti, kami berjanji akan datang lagi untuk menindakalanjuti aksi kali ini,” pungkasnya. (aln/ian)