NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Sudah hampir satu tahun, Taman Pandan Wilis (TPW) Nganjuk ditutup untuk pengunjung. Tepatnya sejak kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk melonjak dan pemerintah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Pantauan BANGSAONLINE.com, taman yang berlokasi di Jalan Brantas Babatan, Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk, itu dijaga oleh polisi taman (poltam).
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
Praktis, taman yang biasanya ramai para pecinta olahraga ringan, seperti senam, ataupun pengunjung yang sekadar datang untuk terapi kesehatan dan bersantai bersama keluarga itu sepi.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Tri Hatmanto Wibowo, membenarkan TPW Nganjuk hingga saat ini masih tutup. Menurutnya, penutupan TPW dan sejumlah taman lain di Kabupaten Nganjuk, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Nganjuk.
Ia mengakui permintaan agar taman-taman kota segera dibuka kembali, sering disampaikan masyarakat. Namun, hal itu masih dilakukan kajian. "Hal ini masih menjadi pertimbangan," kata Tito, sapaan Tri Hatmanto Wibowo kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (10/11).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




