Semua Penonton Bioskop Disalami, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (18)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Narator Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan, M Mas’ud Adnan, menuturkan bahwa tradisi salaman atau jabat tangan di lingkungan NU sangat kental. Maklum, ada sebuah hadist menyebutkan afdlalul hurumati mushahafatun. Artinya, sebaik-baik penghormatan adalah salaman atau berjabat tangan.

“Maka tak aneh, jika warga NU selalu berebut mencium tangan kiai sebagai bentuk penghormatan. Apalagi jika bertemu Gus Dur,” kata Mas’ud Adnan yang komisaris utama HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com.

Suatu ketika, Gus Dur diundang Wali Kota Surabaya Cak Narto. Warga NU menyerbu Gus Dur untuk salaman atau cium tangan. Sampai Gus Dur kewalahan.

“Ya, begitulah warga NU,” kata Gus Dur sembari tertawa.

Gus Dur pun lalu bercerita anekdot. Suatu ketika, kata Gus Dur, ada orang NU nonton bioskop. Begitu masuk gedung bioskop ia langsung menyalami penonton yang duduk di kursi. Ia salami satu per satu sampai ke kursi paling atas. “Usai bersalaman dengan penonton, maka film yang diputar sudah buyar,” kata Gus Dur sembari tertawa. (mma) 

VIDEO TERKAIT