Kamis, 29 Juli 2021 06:09

Ekonomi Lumpuh, Warga Ampel Surabaya Kibarkan Bendera Putih, Minta PPKM Diakhiri

Kamis, 22 Juli 2021 12:56 WIB
Editor: mma

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Jalan raya di pertokoan kawasan Sasak Ampel Surabaya, Jawa Timur, lengang seperti hutan belantara sejak PPKM Darurat diberlakukan. Ekonomi pun lumpuh. Kini warga kawasan Ampel itu mulai bereaksi dengan memasang bendera putih di depan toko-toko mereka.

“Masyarakat Ampel sudah mengibarkan bendera putih. Menuntut pemerintah Indonesia segera menjawab. Tentang kekebalan anti virus, inflasi. Kami tak dapat bertahan kalau saving, simpanan masyarakat terus tergerus akibat inflasi,” kata salah seorang warga Ampel dalam video yang beredar luas. Pria berperawakan tegap dan tinggi besar itu berjalan sambil menunjukkan beberapa bendera putih yang dipasang di semua toko yang tutup.

BANGSAONLINE.com langsung mengecek ke kawasan tersebut. Ahmad Rifai yang rumahnya di kawasan Jl Masjid Ampel Surabaya menuturkan memang sangat sepi sejak PPKM Darurat diberlakukan.

“Kan dikontrol terus (oleh satpol PP Pemkot Surabaya-Rede),” kata Rifai kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (22/7/2021).

Meski demikian ada satu dua toko yang buka. “Tapi meski buka percuma karena gak ada orang yang beli,” kata Rifai lagi.

Ekonomi memang lumpuh di kawasan Ampel. Terutama di Jalan KH Mas Manshur Sasak yang biasanya ramai siang malam. Padahal kawasan religius itu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan paling ramai dan padat di kota Surabaya. Siang malam selalu hidup. Penuh hiruk pikuk.

Maklum, di kawasan ini ada makam salah satu Walisongo yaitu Raden Rachmat yang popular dengan Sunan Ampel. Nah, keberadaan makam Sunan Ampel inilah yang membuat kawasan Sasak ini hidup dan ramai siang malam. Banyak para peziarah dari berbagai kota dan kabupaten - baik Jawa maupun luar Jawa - tumplek di makam Sunan Ampel.

Di kawasan ini juga banyak aneka toko berjualan berbagai kebutuhan masyarakat. Selain itu kawasan ini merupakan salah satu pusat kuliner. Bahkan kawasan Sasak juga dekat Pasar Pabean yang terkenal dengan aneka macam ikan.

Namun ekonomi lumpuh total sejak pemerintah pusat memberlakukan PPKM Darurat yang menjadi level 4 hingga 25 Juli 2021.

Kini tampaknya warga Ampel gerah. Mereka ramai-ramai menaikkan bendera putih di depan toko-toko mereka yang tutup.

“Saya menemukan empat toko yang ada bendera merah putihnya,” kata Rifai. Ia juga menemukan beberapa bendera putih tergeletak di tanah. “Kayaknya ada yang mencopot,” tambah Rifai. Namun ia tak tahu siapa yang mencopot. (tim)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...