Ahli sampah dari Jerman saat mengunjungi TPS3R Banjaran untuk memantau pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Foto: Ist.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri menggelar rapat koordinasi persiapan pembangunan TPA Sampah Regional. Ini dilakukan sebagai upaya tindak lanjut pelaksanaan Program Green Infrastucture Initiative (GII) di Jawa Timur (Jatim).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menjelaskan pembangunan TPA Regional itu dilakukan karena TPA Klotok kondisinya sudah overload.
BACA JUGA:
- Ada Car Free Night di Kota, Penumpang KA Diminta Antisipasi Perubahan Akses ke Stasiun Kediri
- Bupati Kediri Beri Bantuan Usaha ke Keluarga Pengasuh 3 Cucu
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
- Bayi Perempuan yang Diduga Dibuang di Ngasem Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Orang Tua
"Kita berharap adanya peluang untuk membuka TPA regional kabupaten dan kota ini bisa menjadi solusi," ujarnya, Jumat (21/1).
Menurut dia, Pemerintah Jerman melalui GII bakal memberikan skema pendanaan dengan terlebih dahulu melakukan studi kelayakan terhadap rencana pembangunan TPA Regional Kediri hingga Maret 2022.
Kemudian, hasil studi akan dievaluasi oleh pemerintah daerah setempat bersama tim ahli yang ditunjuk Pemerintah Jerman sebelum ditetapkan rencana tindak lanjutnya.
Menurut Chevy, saat ini mereka belum bisa menentukan kondisi pengelolaan sampah dan masih. Sebab, masih akan dilakukan kajian bagaimana sistem pengambilan sampah dari rumah tangga sampai bagaimana pemilahan dan pengangkutan sampah.
"Nah, dari situ ditentukan skema apa yang akan diterapkan, termasuk teknologi apa yang mau diaplikasikan, alat transportasi, serta sistem pemilahannya supaya barang-barang yang masih bisa digunakan untuk di-reuse dan recycle sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA berkurang, dan dapat memperpanjang umur layanan TPA nanti,” paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




