Para PSK dan mucikari dinaikkan mobil Dinsos Gresik usai terkena razia. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik gabungan dengan dinas sosial (dinsos) kembali lakukan razia warung remang-remang yang diduga menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari dalam melakukan praktik prostitusi terselubung.
Kali ini, yang jadi sasaran petugas penegak peraturan daerah (perda) adalah warung remang di Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
BACA JUGA:
- Polres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Dari Curanmor hingga Pengeroyokan Suporter
- Arena Judi Sabung Ayam di Wringinanom Digrebek, Polres Gresik Amankan 6 Orang
- Sekda Ikuti Launcing KDKMP secara Virtual, 126 Koperasi Merah Putih Gresik Siap Beroperasi
- Melawan Petugas, Tim Macan Giri Polres Gresik Hadiahi Timah Panas Pelaku Curat di Sidayu
"Kami berhasil mengamankan 8 PSK dan mucikari saat razia di warung remang di Desa Banjarsari," ucap Kepala Satpol PP Gresik, Suprapto, Minggu (13/2/2022).
Menurut Suprapto, saat dilakukan razia, beberapa wanita pekerja seks komersial berupaya kabur dengan bersembunyi di kolong tempat tidur. Namun, tetap saja ketahuan oleh petugas. "Mereka berhasil kami garuk dari 10 warung berbeda," jelasnya.
Para wanita yang diamankan, satu per satu didata dan dimintai keterangan serta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Selanjutnya, mereka diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik untuk dilakukan rehabilitasi atau pembinaan sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.
Lebih jauh Suprapto menyatakan, razia PSK itu sebagai langkah tegas dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2004, tentang larangan pelacuran dan perbuatan cabul di Kota Santri ini.
"Tujuannya adalah untuk meminimalisir praktik prostitusi di Kabupaten Gresik," tutupnya. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




