Peserta saat praktik memakai QRIS ketika Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai bertema Belanja Pakai QRIS Yuk!. Foto: Ist
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI Komisi XI, Indah Kurnia terus berupaya ikut mensosialisasikan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi dan pembayaran digital. Sosialisasi disampaikan ke para pelaku UMKM agar bisa 'naik kelas'.
Kali ini, Sosialisasi Gerakan Nasional Non-Tunai bertema Belanja Pakai QRIS Yuk! dilaksanakan oleh Yayasan Wahana Narasi Indonesia bersama Bank Indonesia, digelar secara hybrid (fisik dan virtual) melalui aplikasi zoom, Jumat (25/2).
BACA JUGA:
- Economic Fest 2026 Dibuka, Hipmi Pamekasan Siap Kawal UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Dunia
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Progam Bunga Nol Persen untuk UMKM: Harus Tepat Sasaran
- Komdigi Tegaskan Perlindungan UMKM di Ekosistem E-Commerce Nasional
- Disperinaker Bangkalan: Gaji di Bawah UMK Hanya untuk UMKM
Acara fisik digelar di sebuah resto di kawasan Taman Sidoarjo. Peserta fisik didominasi oleh kelompok UMKM yang menamakan diri Sahabat Muda Sidoarjo.
Hadir memberikan sambutan pada acara ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto. Ia menuturkan bahwa Bank Indonesia terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik, khususnya bagi UMKM.
"Saat ini limit transaksi sudah dinaikkan, dari 5 juta menjadi 10 juta sekali transaksi, akan berlaku efektif mulai 1 Maret 2022 nanti," ujarnya.
Budi menambahkan, target merchant QRIS pada 2021 telah mencapai 13 juta dari target sebanyak 12 juta. "Provinsi Jawa Timur adalah penyumbang ketiga terbesar seluruh Indonesia. Khusus Sidoarjo sudah ada 162 ribu Merchant QRIS," kata Budi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




