Hadapi Era Digital, Gubernur Khofifah Sampaikan Pesan-Pesan Penting untuk ASN di Jatim

Hadapi Era Digital, Gubernur Khofifah Sampaikan Pesan-Pesan Penting untuk ASN di Jatim Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur menyampaikan beberapa pesan bagi ASN di wilayahnya, terutama bagi CPNS yang telah selesai melaksanakan pelatihan dasar (Latsar). Pesan-pesan darinya mengandung nilai penting yang dibutuhkan di era digital saat ini, mulai dari menjaga NKRI, adaptasi digitalisasi, sampai ajakan untuk berbuat baik melayani masyarakat tanpa pamrih.

Ia mengajak mereka agar memiliki komitmen untuk menjaga NKRI secara lahir dan batin dengan mengabdikan seluruh energi dan potensi yang dimiliki. Menurut dia, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI bukanlah hal sederhana dan membutuhkan upaya dari semua pihak.

"Di momen penutupan latsar hari ini, saya pesan kepada semua peserta baik golongan dua dan golongan tiga: mengutip wejangan Bapak Try Sutrisno Wakil Presiden RI Periode 1993-1998 , jangan sampai NKRI itu hanya casing-nya atau hanya cover-nya saja. Tapi dalamnya juga harus utuh NKRI. Nah itu harus dilakukan dengan mendalami kembali dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya, maupun melalui berbagai literatur pemikiran para pendiri bangsa," ujarnya, Senin (13/6/2022) malam.

Pesan selanjutnya adalah bagaimana PIN ASN SMART menjadi pemantik semangat untuk terus menggali potensi dan menciptakan inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. 

Sebab saat ini, kata , Global Competitiveness Index ASEAN menunjukkan bahwa indeks kompetitif ASN Indonesia berada urutan ke-50, jauh berbeda dengan Singapura yang berada di posisi pertama. Ia meminta, hal itu menjadi pemacu dan pemicu ASN di Jawa Timur untuk melakukan lompatan kinerja dan produktivitas.

Gubernur mengajak agar hal tersebut tidak membuat mereka berkecil hati, namun sebaliknya. Menjadikannya sebagai amunisi semangat untuk lebih produktif, seperti membangun semangat kerja sama dengan private sector, berbagai instansi vertikal, dan instansi horizontal, serta berbagai short course kekhususan lainnya.

"Hari ini memang index Global competitiveness menjadi penting, juga indeks inovasi dari ASN di Indonesia. Apakah indeks daya saing atau indeks inovasi ini harus dijadikan pintu masuk untuk membangun semangat kerja yang lebih besar, lebih produktif dengan tim-tim yang sudah terbangun," paparnya.

menjelaskan, salah satu yang harus dilakukan dalam menyikapi Global Competitiveness Index ASEAN adalah dengan kemampuan beradaptasi dengan digitalisasi, termasuk digitalisasi di sektor kesehatan, karena banyak para dokter yang mengikuti latsar angkatan ini.

Ia menyebut, tantangan besar sekarang berada di sektor kesehatan bagi para dokter dan tenaga kesehatan, serta layanan rumah sakit ialah penggunaan teknologi digital. Selain membutuhkan adaptasi baru dengan berbagai percepatan teknologi kedokteran, alkes tertentu juga tidak murah dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video 'Emak-emak di Surabaya Kecewa Tak Bisa Foto Bareng Jokowi':