Ilustrasi.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PA (54) warga Kecamatan Taman, Sidoarjo kaget namanya tercatut sebagai penerima. Hal ini terungkap saat dia hendak membuka rekening di salah satu bank di Sidoarjo.
Ditemui di kediamannya, PA menceritakan awalnya dia berencana membuka rekening untuk digunakan sebagai tabungan masa tuanya. Rencananya, tabungan itu bakal digunakan untuk berangkat menunaikan ibadah umrah bersama majikannya.
BACA JUGA:
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
- Puluhan Atlet Berkuda Memanah Adu Skill Bersaing di Porkab Sidoarjo 2026
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
"Nah, pas saya ngurus itu kaget ternyata saya sudah punya rekening dan masih aktif. Bahkan, rekeningnya itu sudah pernah mendapat bantuan dan sudah dicairkan. Sudah ditarik," cetus PA, Kamis (23/6/2022).
PA melanjutkan, dia tidak pernah merasa ikut mendaftar program bantuan tersebut. Hanya saja, dia memang pernah dipanggil ke balai desanya untuk mengambil bantuan yang besarannya Rp200 ribu. Itu pun menurutnya hanya satu-dua kali saja.
"Nah kalau yang di bank kemarin itu, nilainya Rp 1,1 juta. Itu dua kali cair dan ditarik. Berarti totalnya Rp2,2 juta," ujarnya.
Kini, perkara itu sudah dia laporkan ke Polresta Sidoarjo. Tujuannya ialah agar pihak yang terlibat dalam pencatutan namanya ini bisa terungkap dan ditangkap pihak berwajib. (cat/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




