Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, saat meninjau salah satu stan UMKM di PetroNite Fest 2022. Foto: Ist
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag Kabupaten Gresik, Malahatul Fardah, mengapresiasi PetroNite Fest 2022, karena sangat membantu pertumbuhan UMKM di Kota Pudak, khususnya bagi para start up atau pemula.
Sebab melalui kegiatan ini, omzet usaha UMKM bisa meningkat, dan produknya bisa semakin dikenal bagi yang masih mengawali usahanya, lebih-lebih pengunjungnya sangat ramai dan tidak hanya berasal dari Gresik saja.
"Saya berharap, Petrokimia Gresik terus berinovasi untuk membantu pertumbuhan UMKM, khususnya di Gresik. Setelah rekor MURI untuk 50.000 jenang jubung, nanti apalagi gitu yang melibatkan UMKM Gresik. Petrokimia Gresik diharapkan terus menjaga sinergitas dengan Pemkab Gresik agar program-programnya selalu tepat sasaran," kata Fardah.
Salah satu peserta stan yang ada di bazar PetroNite Fest adalah "Kampung Pisang Trepan". Ketua Kelompok Pemuda Kreatif, Khoirul Amin selaku pengelola stan mengungkapkan, selama empat hari ini, total omzet yang mereka dapatkan sekitar Rp2 juta dari penjualan kerajinan berbahan pelepah pisang, seperti topi dan tas, serta penjualan produk makanan.
Sebagai perbandingan, omzet penjualan selama satu bulan biasanya berkisar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Artinya 25 persen omzet dalam sebulan bisa didapatkan hanya dalam waktu empat hari saja di PetroNite Fest.
"Selama beberapa kali mengikuti pameran di berbagai daerah, di PetroNite Fest inilah yang pengunjungnya paling ramai. Di sini kami sepuluh hari, Insya Allah penjualan akan lebih besar lagi," ucap Khoirul.
Tingginya omzet penjualan juga dirasakan oleh stan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG). Dwi Anggraeni Futurhesa, penanggung jawab stan mengatakan, omzet penjualan mangga, alpukat, jeruk dan degan jeli dalam sehari bisa mencapai Rp2,5 juta, atau Rp10 juta selama empat hari.
"Produk yang kami promosikan di sini adalah produk UMKM binaan K3PG," katanya.
Selain sebagai ajang promosi dan bertransaksi, keberadaan bazar PetroNite Fest ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Gresik. Pasalnya, selain melibatkan UMKM, acara pembukaan bazar PetroNite Fest juga melibatkan komunitas kesenian daerah Jawa Timur, khususnya yang ada di Gresik, mulai dari Pencak Macan, Penari Perkusi, Reog Singa Bangoran, hingga iring-iringan becak hias yang berasal dari abang becak di sekitar perusahaan. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




