Petugas Polres Gresik saat patroli di SPBU. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) direspons oleh Polres Gresik dengan menerjunkan ratusan personel untuk patroli ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis mengatakan patroli itu sebagai langkah antisipasi apabila terdapat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dimungkinkan terjadi setelah pemerintah menerapkan kebijakan menaikkan harga BBM.
BACA JUGA:
- Nyamar Jadi Polisi Selama 3 Tahun, Preman di Gresik Palak Pedagang Warkop
- Rekening Istri Tersangka Diduga Jadi Penampung Uang Kasus Penipuan ASN, Polisi Dalami Peran RA
- Respons Aduan Warga, Polres Gresik Razia Warung Miras di Lowayu
- Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional JIIPE Serahkan Kantor Kepolisian Khusus Kawasan
"Patroli dan monitoring dilaksanakan di titik SPBU yang ada di wilayah hukum Polres Gresik," ucap Nur Azis, Sabtu (3/9/2022).
"Total personel yang terlibat giat patroli dan pengamanan SPBU sebanyak 111 personel," jelasnya seraya mengatakan mereka disebar ke SPBU yang ada di wilayah kota hingga kecamatan.
Sejauh itu, tambah kapolres, tidak semua SPBU terjadi antrean. Kalaupun terjadi antrean, hanya pada pembelian BBM jenis pertalite yang didominasi kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4). Meski demikian, situasi masih aman dan terkendali.
Nur Azis mengimbau agar masyarakat tidak panik dan melakukan penimbunan BBM yang bisa menimbulkan kelangkaan di masyarakat.
"Sejauh ini, hasil monitoring di pengisian BBM/SPBU yang ada di wilayah Gresik, stok tercukupi dan tidak terjadi antrean," pungkasnya. (hud/rev)
Berdasarkan data yang didapatkan di SPBU, berikut update harga BBM:
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




