Wujudkan Net-Zero Emissions, Petrokimia Gresik Tanam Puluhan Ribu Mangrove Bersama Warga

Wujudkan Net-Zero Emissions, Petrokimia Gresik Tanam Puluhan Ribu Mangrove Bersama Warga Jajaran Direksi Petrokimia Gresik saat penanaman mangrove bersama warga di pesisir sekitar perusahaan. Foto: Ist.

"Kami yakin perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi sehingga mampu meningkatkan kesadaran karyawan maupun masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan," harapnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala KSOP Kelas II Kabupaten Gresik dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Petrokimia juga memberikan bantuan sebanyak 1.000 bibit mangrove untuk masing-masing desa/kelurahan yang terlibat.

Sementara itu, Lurah Lumpur, Rizki Ameliah, mengapresiasi kepedulian kepada lingkungan pantai di wilayahnya.

Terkait bantuan mangrove, ia mengaku akan berkoordinasi dengan lima balai yang ada di Kelurahan Lumpur.

"Kami akan melibatkan masyarakat dari masing-masing balai, sehingga mereka turut menjaga kelestarian dari mangrove bantuan ke depannya," katanya.

Kegiatan tanam mangrove ini bukan yang pertama kalinya digelar oleh . Sebelumnya, Srikandi juga melakukan di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu.

PRPM Mengare merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berupa pemberdayaan masyarakat melalui konservasi ekosistem pesisir.

Tujuannya, untuk mengurangi laju abrasi, meningkatkan produktivitas perikanan, dan terciptanya alternatif lapangan kerja dari ekowisata pesisir terpadu.

Selain PRPM Mengare, juga melakukan pengembangan ekowisata mangrove di Kali Lamong yang kini sudah menjadi destinasi wisata baru di Gresik. Serta berkontribusi dalam pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah, hingga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia kategori “Private Sector/Perusahaan” tahun 2021.

"Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN yang merupakan lokomtif pembangunan bangsa, berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus dalam menjalankan operasional bisnisnya untuk meminimalisasi dampak pencemaran lingkungan," tutup Digna. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO