Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, menanggapi aksi yang dilakukan mahasiswa dari Universitas Madura (Unira) terkait evaluasi kepemimpinannya di Bumi Gerbang Salam selama 4 tahun pada Kamis (6/10/2022). Massa yang rela hujan-hujanan dan tidak ditemui itu memaksa untuk masuk, sehingga terjadi kericuhan dengan aparat keamanan sampai saling dorong hingga membuat petugas terjatuh.
"Saya dari Surabaya, pulang untuk menemui para mahasiswa, namun tiba sekitar pukul 12.30 WIB ke lokasi, ternyata hujan dan aksi sudah bubar. Maaf atas keterlambatan saya," kata bupati saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, melalui pesan instan (WhatsApp), Sabtu (6/10/2022).
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
Walau tidak sempat menemui massa aksi, ia memberi pernyataan tertulis yang dibawa Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pamekasan, Nurul Widyastutik. Dalam surat itu berisi penjelasan yang mengatakan bahwa bupati akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan mahasiswa Unira Pamekasan.
"Dengan adanya surat pernyataan tertulis ini, saya Bupati Pamekasan masa khidmat 2018-2023 akan menindaklanjuti perihal tuntutan mahasiswa Universitas Madura dengan efektivitas lima program prioritas Bupati Pamekasan," tulis Baddrut Tamam yang dibacakan korlap aksi, Hendra. (dim/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




