Pemilihan PM Malaysia Buntu: Anwar Terlalu Dekat Tionghoa, Muhyidin Terlalu Dekat Partai Islam

Pemilihan PM Malaysia Buntu: Anwar Terlalu Dekat Tionghoa, Muhyidin Terlalu Dekat Partai Islam Dahlan Iskan

KUALA LUMPUR, BANGSAONLINE.com Meski , Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah, punya otoritas politik untuk menunjuk Perdana Menteri (PM), tapi tak mudah melaksanakannya. Penyebabnya, pada Pemilu ke-15 kemarin tak ada partai pemenang. Memang, kandidat PM mengerucut ke dan Muhyidin Yasin, tapi dua tokoh politik itu tak mau kompromi. Lebih sulit lagi, tak ada partai yang mau koalisi dengan dua tokoh itu. Kenapa?

Silakan baca tulisan wartawan kondang, Dahlan Iskan, di HARIAN BANGSA hari ini, Kamis 24 Nopember 2022. Atau di BANGSAONLINE.com di bawah ini.

MENARIK cara kerja ketua bergilir raja-raja Malaysia saat ini. Terutama di saat partai-partai gagal membentuk pemerintah akibat tidak ada yang memenangkan Pemilu ke 15 Sabtu lalu.

Pas dapat giliran untuk masa jabatan lima tahun ini Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah, pas terjadi gonjang-ganjing politik.

Tugas raja menjadi banyak. Sibuk sekali. Pertama menetapkan batas waktu pembentukan pemerintah baru hasil pemilu ke 15. Harus sudah terbentuk Senin pukul 14.00 lalu. Mepet sekali. Hanya dua hari setelah pelaksanaan pemilu. Sampai deadline yang dimaksud tidak satu pun partai yang berhasil membangun koalisi minimal 112 kursi.

Raja memberi perpanjangan waktu 24 jam: Selasa, pukul 14.00.

Masih juga gagal.

Tidak ada lagi perpanjangan waktu.

Raja akan menunjuk langsung siapa perdana menteri baru Malaysia. Tidak asal tunjuk. Raja memeriksa dulu hasil pemilu.

Juara pertama: koalisi Pakatan Harapan yang diketuai (82 kursi). Juara duanya koalisi Perikatan Nasional pimpinan Muhyudin Yasin (71 kursi).

Dua-duanya dipanggil raja ke istana. Selasa sore lalu. Raja meminta dua tokoh itu rukun. Berkoalisi. Bentuklah pemerintahan bersama. Toh dua-duanya kader utama Dr Mahathir Mohamad ketika masih sama-sama di UMNO. Juga sama-sama pejuang dalam meruntuhkan UMNO pimpinan perdana menteri Najib Razak.

Gagal.

Di depan raja keduanya menyatakan tidak bisa bekerja sama lagi. Anwar terlalu akomodatif ke golongan . Muhyidin dianggap terlalu dekat dengan partai Islam PAS.

Untuk memecahkan kebuntuan, Anwar sempat terpaksa mendekati UMNO yang punya kursi 26. Kalau UMNO mau, terbentuklah pemerintahan gabungan antara yang menjatuhkan dan dijatuhkan.

UMNO tidak mau. Mereka bukan Lesti Kejora yang terlalu mudah rujuk kembali.

Muhyidin juga sudah mencoba mendekati Gerakan Partai Serawak yang kali ini nyaris sikat habis kursi dari Serawak: dapat 23 kursi. Ternyata juga gagal.