SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengucurkan dana dengan jumlah cukup fantastis untuk acara Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 yang bakal digelar di Jombang, yaitu Rp 4,9 miliar. Dikonfirmasi akan hal itu, Kepala Biro Kesmas Setdaprov Jatim, Bawon Adhi Yitoni mengaku telah mencairkan anggaran yang bersumber dari APBD Jatim 2015 tersebut kepada panitia Muktamar NU.
“Sudah kami serahkan full, pencairan akhir April kemarin. Saya yang tandatangan langsung pencairan dana itu, dan kita (Biro Kesmas) juga melakukan MoU dengan PWNU Jawa Timur saat penyerahannya,” jelasnya, Selasa (19/05/2015).
Ia menegaskan, dana bantuan yang diberikan oleh Pemprov juga dalam pengawasan ketat, baik melalui Inspektorat Jatim serta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Pengawasan itu telah diatur di dalam Permen No 32/2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos yang bersumber dari APBD dan perubahannya Permen No 39/2012.
Kemudian, Peraturan Gubernur No.77/2012 ditambah Perubahan Pergub No 14 tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jatim. “Jadi mekanisme pemberian bantuan tidak mungkin steril dari pengawasan,” cetus dia.
Bawon juga menyebut, bantuan hibah untuk Muktamar NU itu sebenarnya tidak terlalu besar. Sebab bantuan tersebut hanya stimulan saja untuk event besar sekelas Muktamar NU yang melibatkan hingga 15.000 orang lebih.
Sementara, Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, bantuan dana dari Pemprov Jatim sebesar Rp 4,9 miliar akan digunakan untuk keperluan inti acara Muktamar yang akan dilaksanakan pada 1-5 Agustus 2015 mendatang.
“Bantuan itu kita gunakan untuk konsumsi, transportasi, persewaan alat perlengkapan yakni tenda, kursi dan lainnya. Pencairan bantuan juga diberikat lewat PWNU Jatim,” ungkap Gus Ipul yang juga Wagub Jatim ini. (nis/dur)