Bupati Jember, Hendy Siswanto, saat menekan tombol sirine sebagai tanda launching BUMDesma.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember, Hendy Siswanto, bersyukur atas peralihan program PNPM-MP yang berjalan di wilayahnya menjadi BUMDesma. Program tersebut telah dilaunching secara resmi pada hari ini, Senin (30/1/2023).
Ia menjelaskan, BUMDesma berbeda dengan BUMDes. Utamanya mengenai keleluasaan pengembangan dalam aktivitas usaha yang dilakukan ke depan. Selain itu, pendirian BUMDesma juga diatur dalam aturan hukum yang berbeda dengan BUMDes.
BACA JUGA:
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
- Gus Fawait Launching Pemkab Mini di Kecamatan, Warga Pinggiran Kini Tak Perlu Jauh ke Kota
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Siapkan Rp75 Miliar untuk Beasiswa Cinta Bergema, Gus Fawait Pastikan Bantuan Cair Berkelanjutan
“Kalau sekarang lebih leluasa, seperti perusahaan-perusahaan swasta. Bisa bekerja apa saja, yang bisa ditransaksikan khususnya kepada anggota, lebih besar lagi (umum) kepada lingkungan sekitar,” paparnya.
Hendy mengungkapkan, pihaknya juga merasa senang dengan kehadiran BUMDesma di Jember, lantaran pemerintah daerah setempat memiliki kepentingan bersama yang dapat dikolaborasikan dan disinergikan, agar pekerjaan lebih efektif serta efisien dengan keberadaannya di desa.
Ia berharap, BUMDesma dapat membantu menyelesaikan persoalan seperti stunting dan inflasi. Menurut dia, dampak gerakan ekonomi yang bisa ditimbulkan dari adanya BUMDesma bisa berdampak hingga ke beberapa daerah tetangga.
“Ini sangat potensi untuk bisa menggerakkan perekonomian kita. Karena lewat BUMDesma, program pemerintah bisa di-share ke mereka,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya






