BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Polres Bangkalan memastikan bahwa isi video penculikan anak yang sempat beredar di media sosial WhatsApp adalah tidak benar alias hoax, Selasa (31/1/2023).
Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, bahwa video yang beredar di WhatsApp itu tidak benar, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2016 dan bukan di Bangkalan.
BACA JUGA:
- Bikin Prank Pocong untuk Konten Tiktok, 3 Pelajar di Bangkalan Nangis Usai Didatangi Polisi
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
"Saya harap masyarakat tidak panik dengan beredarnya video itu jangan mudah percaya dan jangan takut yang berlebihan, video yang beredar itu terjadi di India, pada anak-anak yang sedang bermain layangan dan terkena oleh benangnya," ujarnya.
Selain itu ia berpesan agar masyarakat agar tetap selektif dan teliti terkait dengan isu yang berkembang tentang penculikan anak.
Kapolres juga menghimbau kepada orang tua agar senantiasa melakukan pengawasan kepada anak.
"Jika terjadi perbuatan mencurigakan dan kejahatan silahkan hubungi pihak dan koordinasikan dengan yang berwajib," pungkasnya. (mil/uzi/mar/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




