BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Polres Bangkalan memastikan bahwa isi video penculikan anak yang sempat beredar di media sosial WhatsApp adalah tidak benar alias hoax, Selasa (31/1/2023).
Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, bahwa video yang beredar di WhatsApp itu tidak benar, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2016 dan bukan di Bangkalan.
BACA JUGA:
- Jelang Iduladha, Pasar Tumpah dan Jual Beli Kurban Picu Macet Parah di Blega dan Patemon Bangkalan
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Rokok Ilegal Senilai Rp900 Juta Dimusnahkan Lanal Batuporon dan Bea Cukai di Bangkalan
- Diduga Tilap Uang Rp1,2 Juta, Mantan Karyawan Klinik di Bangkalan Ngaku Diminta Bayar Rp200 Juta
"Saya harap masyarakat tidak panik dengan beredarnya video itu jangan mudah percaya dan jangan takut yang berlebihan, video yang beredar itu terjadi di India, pada anak-anak yang sedang bermain layangan dan terkena oleh benangnya," ujarnya.
Selain itu ia berpesan agar masyarakat agar tetap selektif dan teliti terkait dengan isu yang berkembang tentang penculikan anak.
Kapolres juga menghimbau kepada orang tua agar senantiasa melakukan pengawasan kepada anak.
"Jika terjadi perbuatan mencurigakan dan kejahatan silahkan hubungi pihak dan koordinasikan dengan yang berwajib," pungkasnya. (mil/uzi/mar/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




