H. As'ad Said Ali. Foto: berita9online.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menilai NU sekarang krisis kader baik di jajaran Syuriah maupun Tanfidziah. “Ini akibat tidak ada kaderisasi sejak 1972,” kata As’ad yang mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Menurut dia, program kaderisasi formal penting digalakkan secara berkesinambungan untuk menyiapkan calon-calon pemimpin NU di berbagai tingkatan.
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
Kaderisasi formal mencakup detil-detil persoalan yang terkait dengan penguatan organisasi. “Sudah lama tidak ada kaderisasi formal, yang ada kadersasi alami, jadi terbatas pada persoalan ideologis,” kata penanggungjawab program kaderisasi PBNU kelahiran Kudus 19 Desember 1949 itu.
As’ad menyampaikan kriteria calon pemimpin NU baik di posisi syuriyah maupun tanfidziyah yang akan dipilih dalam Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang Jawa Timur 1-5 Agustus nanti.
Menurut As’ad, syuriyah NU diisi oleh para kiai dengan kriteria keulamaan tertentu yang mengacu pada keilmuan dan prilaku. “Syuriyah dititikberatkan pada keilmuan dan akhlak serta ahlul hikmah,” katanya di Jakarta, Kamis (28/5) malam seperti dilansir NU.or.id, situs resmi PBNU.
Untuk calon pemimpin NU di posisi tanfidziyah, khususnya ketua umum, menurut As’ad dititikberatkan pada kemampuan managemen organisasi, networking, ketegasan, kreatifitas, dan mempunyai wawasan sosial, ekonomi, politik dan kebangsaan yang memadai.
“Ditambah satu lagi, ketua tanfidziyah harus bisa menjadi insipirasi kaum muda untuk membangun kemandirian,” kata As’ad.
MUNAS KETIGA
Sementara Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan bahwa PBNU akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) untuk yang ke-3. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 14–15 Juni 2015 mendatang. Agenda tersebut bertujuan mematangkan materi-materi Muktamar ke-33 yang akan berlangsung di Jombang 1-5 Agustus mendatang.
"Pembukaan nanti tanggal 14 Juni di Istora Senayan oleh Presiden Jokowi dan pelaksanaan Munas di gedung PBNU," kata di Jakarta, Jumat (29/5).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




