Pembina Tim Melek Industri Lestari Widodo memberikan sertifikat kepada peserta. FOTO: SYUHUD/BANGSAONLINE.
Widodo menuturkan, kemitraan dari berbagai pihak untuk mendidik warga Gresik agar siap kerja, sangat diharapkan. Termasuk saat ini tim Melek Industri dipercaya oleh Dyah Roro Esti bekerja sama dengan BDI Kementerian Perindustrian, BLKK, dan pihak-pihak lain yang berikhtiar, kolaboratif, dan sinergi dalam rangka pengawalan SDM para pekerja santri.
Diharapkan, dalam setiap progres tim Melek Industri, output dari binaan peserta diklat yang telah dibekali kompetensi dapat dikaryakan, dipekerjakan di perusahaan besar Gresik.
Khususnya, wilayah terdekat. Yaitu, perusahaan di kawasan JIIPE seperti Smelter PT Freport Indonesia berikut subcon-subconnya, Sari Roti, Singyi, Hailiyang dan lainnya.
"Semoga usaha maksimal, ikhtiar tim Melek Industri selalu mendapatkan dukungan, supporting berbagai pihak, baik pemerintah pusat, DPR RI, kementerian terkait, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, sampai tingkat kecamatan serta desa-desa dan beberapa stakeholder lainnya," harapnya.
Widodo menambahkan, ikhtiar diklat ini dilakukan agar ke depan warga Gresik istilahnya "tidak hanya menjadi penonton atau buruh di negeri sendiri".
"Mari kita berbuat maksimal, sehingga terwujud berkah bonus demografi kewilayahan sesungguhnya. Mengurangi kemiskinan di Kabupaten Gresik sesuai dengan Komitmen dari Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik serta bentuk penegakan Perda Ketenagakerjaan Lokal yang wajib mempekerjakan 60 persen warga Gresik dalam dunia industri," tutupnya.
Tim BDI Kementerian Perindustrian RI, Retna Erry Triyana, mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim Melek Industri sebagai gerakan masyarakat yang fokus dan peka dalam menyongsong dunia industri.
"Tugas kami adalah melaksanakan pendidikan, pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) industri yang cakap dan cerdas," katanya.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014, tim BDI menciptakan wirausaha industri, pembinaan industri, tenaga kerja industri, dan konsultan industri.
"Target kami progresnya mulai tahun 2013, sudah rampung 400.000 lulusan diklat. Output kami adalah bagaimana dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, meningkatkan kompetensi calon pekerja, terakhir pengurangan pengangguran terbuka," katanya. (hud/git).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




