Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Urung terealisasinya program J-Berteman yang digagas Pemkab Jember disayangkan kalangan dewan. Kekecewaan itu salah satunya diungkapkan Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo.
Ia mengungkapkan, program J-Berteman merupakan pererkrutan tenaga alih daya atau outsourcing. Menurut Edi, program tersebut sejatinya sangat dinanti masyarakat, khususnya warga yang belum memiliki pekerjaan.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Diketahui, Pemkab Jember berdalih program J-Berteman tak terealisasi akibat anggaran daerah tak cukup untuk menanggung gaji tenaga outsourcing.
"Ya ini (anggaran) seharusnya sudah dipikirkan sejak awal. Apalagi kalau alasanya untuk belanja wajib, menurut saya itu tidak menjadi halangan asal ditata dengan baik sejak dulu," tegas Edi.
Politikus PDIP ini justru mengkritik agenda bupati yang cenderung banyak menghadiri acara seremonial di berbagai kecamatan. Ia menilai hal itu hanya pemborosan anggaran.
"J berteman ini harusnya menjadi prioritas, karena untuk kesejahteraan rakyat. Jadi bupati itu harunsnya kurangilah untuk kelliling kecamatan, karena itu hanya pemborosan. Apalagi acaranya juga peresmian ini-itu, bukan hal yang urgent," cetusnya..
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




