Basuki dari Aliansi LSM Kediri (kiri) bersama Dedik, orang tua korban bullying (dua dari kanan) didampingi anggota LSM lainnya. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Karena tidak bertemu dengan oknum guru yang diduga telah melakukan bullying terhadap anaknya, Dedik mengaku lalu berkonsultasi dengan kawan-kawan LSM dan besoknya ke sekolah. Sebenarnya, pihak sekolah sendiri yang minta agar masalah ini diselesaikan dengan baik -baik.
"Waktu itu pihak sekolah juga menawarkan kompensasi. Tapi karena saat itu saya sedang marah, maka semuanya saya serahkan kepada kawan-kawan (LSM) yang mendampingi saya," katanya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui dan mendengar, ada LSM dan jurnalis yang diduga melakukan pemerasan hingga puluhan juga.
"Kalau soal itu, saya tidak mengetahui," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Kediri, Mokh. Muhsin, menyatakan tidak pernah memberikan informasi terkait dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh orang yang mengaku dari LSM dan jurnalis, seperti kabar yang selama ini beredar.
"Saya tidak pernah memberi keterangan atau informasi terkait adanya dugaan pemerasan tersebut. Jadi sebaiknya, tanya kepada pihak yang memberi keterangan," ujarnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






