Cara Turunkan Tekanan Darah dengan Mengurangi Konsumsi Garam. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Garam biasanya digunakan sebagai penyedap makanan, namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Dilansir dari Earth.com, hasil penelitian yang diketuai oleh Vanderbilt University Medical Center (VUMC) menyimpulkan bahwa mengurangi konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah yang signifikan.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kesakitan hingga kematian secara global. Penyakit yang muncul sebagai dampak hipertensi seperti gagal jantung, stroke, dan serangan jantung.
Tekanan darah tinggi memberikan tekanan yang kuat pada arteri dan mempengaruhi efisiensi jantung.
Dr. Cora Lewis, seorang rekan peneliti dan profesor di Universitas Alabama di Birmingham menjelaskan bahwa dampak yang cepat dan aman dari pengurangan garam terhadap tekanan darah terlihat dalam waktu seminggu.
WHO menyarankan agar asupan natrium untuk orang dewasa tidak melebihi 2000 mg/hari. Hal itu setara dengan konsumsi garam kurang dari 5 gram/hari atau kurang dari satu sendok teh.
Untuk anak-anak usia 2-15 tahun, perlu penyesuaian dosis berdasarkan kebutuhan energi mereka.
Rekomendasi ini tidak mencakup periode pemberian ASI ekslusif (0-6 bulan) atau pemberian makanan pendamping ASI pada saat ASI diteruskan (6-24 bulan).
Semua jenis garam yang dikonsumsi harus mengandung yodium sebagai suplemen.
Garam memiliki peran penting dalam perkembangan otak janin dan anak-anak serta meningkatkan fungsi mental masyarakat secara keseluruhan.
(ans)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




