BLITAR,BANGSAONLINE.com - Pencuri yang menggasak konter handphone di Desa Pojok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Rabu (13/122023) lalu, berhasil diringkus.
Pelaku pencurian konter handphone itu adalah Tri Idamanto (40), warga Bence Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Kawi, Mitos atau Fakta? (2)
Kapolsek Ponggok AKP Sujarwo menuturkan pelaku adalah residivis. Sebelumnya ia sudah pernah dibui karena melakukan aksi pencurian serupa.
"Pelaku berhasil diamankan hanya selang beberapa hari setelah melakukan aksi pencurian di sebuah konter handphone di Desa Pojok Kecamatan Ponggok," terang Sujarwo, Rabu (20/12/2023).
Dia menjelaskan, kronologi peristiwa pencurian itu berawal saat pelapor menutup dan mengunci pintu depan dan belakang konternya.
Baca Juga: Jelang Musim Balap, Mario Aji Sambangi Kediaman Khofifah dan Disuguhi Durian Black Thorn Khas Blitar
Sedangkan di dalam konter terdapat handphone, baik dagangan maupun milik orang yang diservice.
"Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 14 Desember 2023 sekira jam 09.00 WIB saat membuka konter, pelapor terkejut melihat pintu ruko bagian belakang terbuka dan pintu gerendelnya rusak," imbuhnya.
Selanjutnya pelapor mengecek ke belakang dan didapati bagian belakang ruko yang dindingnya terbuat dari asbes sudah dalam keadaan jebol.
Baca Juga: Usai Viral di TikTok Milik Khofifah, Durian Black Thorn Blitar Mulai Dilirik Pasar Luar Negeri
Selanjutnya pelapor mengecek barang miliknya dan ternyata telah ada yang hilang, yaitu handphone sebanyak 13 buah berbagai merk serta uang tunai sebesar Rp4.000.000. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Ponggok.
"Atas kejadian ini pelapor mengalami kerugian sekitar Rp20 juta," tuturnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, ia hendak menjual handphone hasil curiannya itu melalui media sosial. Namun belum sempat mendapatkan untung dari harik kejahatannya ia keburu diringkus polisi.
Baca Juga: Peluang Ekspor Besar, Khofifah akan Gencarkan Penanaman Durian Premium di Jawa Timur
Tersangka pencurian dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(ina/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News