Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir dalam Buka Puasa Bersama dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim di Masjid Namira, Lamongan, Kamis (21/3/2024) malam.
Tak sendiri, dalam kesempatan ini ia juga turut didampingi oleh Emil Elestianto Dardak. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini kompak bersilaturahmi dengan jajaran pengusaha Jatim dan menyatu bersama warga Kabupaten Lamongan.
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat untuk memperbanyak amalan kebaikan (kesholehan sosial) saat Ramadan. Mulai dari memperbanyak shodaqoh maupun menunaikan zakat, serta semangat untuk menjemput lailatul qadar.
“Suatu saat Rasulullah ditanya oleh sahabat. Amalan shodaqoh apa yang paling utama. Dan Rasulullah menjawab bahwa shodaqoh di bulan Ramadan adalah shodaqoh yang diutamakan," paparnya.
"Maka sangat banyak masyarakat yang kemudian saling memberi, mentasarrufkan sebagain rizkinya untuk infaq shodaqoh dan zakat. Artinya kesalehan sosial menjadi kekuatan luar biasa yang dibangun oleh bulan ramadan. Spirit of Ramadan adalah spirit untuk membangun kesalehan sosial,” tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, Ketua PBNU ini menambahkan bahwa syahru Ramadan sering juga disebut syahrul jud atau bulan memberi. Selain itu juga dikenal sebagai syahrul muwassah atau bulan mengulurkan tangan.
Maka, Ramadan sangat menganjurkan umat Islam untuk menguatkan hubungannya tak hanya dengan Allah atau hablum minallah, tapi juga hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas.
“Maka PR nya kemudian bagaimana shodaqoh ini nantinya juga dilanjutkan untuk dimaksimalkan untuk diamalkan di bulan yang lain. Sehingga keberseimbangan hablum minallah dan hablum ninannas bisa dijaga,” kata Khofifah.
Tidak sampai di sana, di hadapan para pengusaha Jatim dan juga masyarakat Lamongan yang memadati Masjid Namira, ia turut memotivasi umat muslim untuk berlomba-lomba mendapatkan lailatul qadar. Pasalnya lailatul qadar dikatakan mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini sangat sayang untuk dilewatkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




