Muhammad Al Barra (Gus Barra) membagikan beras kepada warga Mojokerto saat bulan suci Ramadhan. Mereka adalah jaringan yang sudah ditata sampai tingkat RT. Foto: bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Sudah dua pimpinan partai politik yang secara tegas menyatakan tak akan membuka pendaftaran untuk menjaring calon bupati Mojokerto karena sudah mendukung Muhammad Al Barra (Gus Barra). Pertama, Ketua Harian Partai Amanat Nasonal (PAN) Jawa Timur Achmad Rubaie yang melarang DPC PAN Mojokerto membuka pendaftaram cabup.
Kedua, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto Haji Sholeh. Sikap Ketua DPC Mojokerto yang tak akan membuka pendaftaran cabup karena sudah mendukung Gus Barra itu didukung oleh Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak, seperti diberitakan BANGSAONLINE.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- PAD Mojokerto Lampaui Target, Gus Barra: Berkat Kerja Sama Antarpihak
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
“Kalau sudah ada kebersamaan (dengan bakal calon bupati) seperti di Mojokerto, ya tentu metode membuka pendaftaran ke publik menjadi tidak relevan,” kata Emil Dardak ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE di sela-sela sowan ke kediaman Prof Dr KH Asep Saifudddin Chalim, MA, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Kamis (18/4/2024) tadi malam.
Sikap partai Demokrat itu dipuji Achmad Rubaie, Ketua Harian PAN Jawa Timur
“Nah. Demokrat baru benar. Satu visi dengan PAN,” kata Achmad Rubaie kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (19/4/2024).
Tampaknya sikap politik PAN dan Demokrat itu secara diam-diam akan diikuti partai-partai lainnya. Karena para pimpinan parpol itu selain sudah menjalin komunikasi intensif dengan Gus Barra juga mereka melihat bahwa modal sosial Gus Barra sangat luas dan kuat.
Bahkan bukan hanya modal sosial tapi juga modal finansial. Dalam anekdot politik kontemporer Gus Barra bukan hanya punya visi misi jelas tapi juga pissi jelas. Pissi adalah bahasa gaul Madura yang artinya pesse atau uang.
Apalagi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, ayahanda Gus Barra, tiap hari menggelar pertemuan dengan semua elemen masyarakat. Pantauan BANGSAONLINE, Kiai Asep tiada hari tanpa penggalangan. Bahkan tiap hari para tokoh – baik nasional, regional maupul lokal Mojokerto – terus berdatangan menemui Kiai Asep, baik di Pondok Pesantren Amnatul Ummah Pacet Mojokekrto maupun di kediamannnya di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




