Kantor Bupati Situbondo. Foto: SYAIFUL BAHRI/BANGSAONLINE
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Keberadaan wisata karaoke di eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) yang dicanangkan Pemkab Situbondo terus memantik perdebatan publik. Berbagai unsur masyarakat bersuara, sehingga menimbulkan pro-kontra.
Khoironi selaku wakil bupati dan Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Hadi Priyanto, menanggapi berbeda soal keberadaan wisata karaoke itu. Khoironi dengan tegas menolak, sedangkan Hadi malah mengusulkan adanya karaoke syariah.
BACA JUGA:
- DPRD Situbondo Sahkan Perda KTR dan Penataan Desa: Lindungi Kesehatan Tanpa Matikan Ekonomi
- Rapat Paripurna LKPJ Bupati Situbondo 2025 Hasilkan 21 Rekomendasi Strategis
- Pemkab Situbondo Rencanakan Revitalisasi Pasar Mimbaan Baru
- Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah, DPRD Situbondo Godok Raperda Insentif Investasi
"Saya tidak setuju banget 100 persen bahkan lebih 100 persen, GS ditiadakan. Situbondo Kota Santri, tidak pantas," kata Khoironi saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Situbondo, Kamis (25/04/2024)
"Di Surabaya, Bu Risma bisa mengahapus Doli. Situbondo bisa, InsyaAllah kalau kita lakukan bersama bisa, kita koordinasi dengan kiai-kiai, MUI terutama. Mudah-mudahan ada waktu secepatnya," paparnya menambahkan.
Ia pun mengingatkan bahwa penghapusan GS itu perlu tindakan nyata.
"Tidak hanya wacana menolak, harus ada gerakan. Kalau hanya lisan tidak ada gerakan semua stakeholder gak bisa juga," ujarnya.
Terkait potensi kehilangan PAD (pendpatan asli daerah) dari sektor itu, ia mengaku tidak mempermasalahkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




