Para petugas Damkar Kabupaten Madiun saat memadamkan api yang membakar pabrik kerupuk. Foto: HENDRO SUHARTONO/BANGSAONLINE
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Sebuah pabrik kerupuk milik Wawan yang berada di Desa Dempelan, Kabupaten Madiun, ludes dilalap si jago merah, Rabu (19/6/2024). Peristiwa itu terjadi sekira pukul 12.00 WIB akibat loncatan api dari tungku yang digunakan saat menggoreng kerupuk.
Kronologi kejadian dijelaskan salah satu staf Damkar Kabupaten Madiun, Anton Ali Wardan, usai berjibaku dengan api, "Kita menerima laporan pada pukul 13.00, segera kami meluncur dengan 3 unit armada. Penyebabnya adalah ketika memasak kerupuk ada loncatan api. Saat disiram api menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar. Kebetulan memasaknya masih pakai kayu."
BACA JUGA:
- Kontraktor Keluhkan Pembayaran Proyek PT INKA Madiun Belum Lunas, Tersisa Rp100 Juta
- 513 Rumah Warga Madiun Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Program BPBL Seruni KMP Bidang IV
- Autodebit JKN Jadi Solusi Praktis Jaga Kepesertaan Tetap Aktif
- Lansia di Madiun Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga jadi Korban Tabrak Lari
Saat ditanya kesulitan pemadaman, Anton menjelaskan tidaklah seberapa. Hanya saja, ia merasa syok karena aliran listrik yang ada belum dipadamkan, karena bisa membahayakan anggota pemadam.
"Kesulitan pemadaman tidaklah banyak hanya agak syok karena listrik belum mati. Kalau aliran listrik belum mati selalu membahakan anggota," tuturnya.
Adapun kerugian yang ditimbulkan, menurut Anton belum bisa diperhitungkan karena masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Pada bulan ini, Damkar kabupaten Madiun telah menangani 8 kejadian kebakaran, maka Anton berpesan kepada warga untuk selalu waspada dan hati-hati saat akan memasak maupun menyalakan listrik.
Terjadinya loncatan api juga disampaikan oleh Ali salah satu karyawan pabrik. Bahwa ada loncatan bunga api yang mengenai kerangka atap dan saat disemprot pakai air api malah membesar.
"Ada pletikan (loncatan) api yang mengenai reng pabrik saat disemprot pakai selang malah api besar, jadi saya malah kelop-kelop (tertegun). Saat ini saya masih koplok (gemetar). Dan kita bersama langsung mengangkut barang yang ada," tuturnya. (dro/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




