
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki didampingi Kalapas Tuban dan jajaran forkopimda, menyerahkan berkas remisi dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 kepada ratusan WBP di lapas setempat, Sabtu (17/8/2024).
Tercatat ada sebanyak 294 warga binaan di Lapas Tuban yang mendapatkan remisi HUT RI tahun ini. Dengan variasi 1 bulan hingga 5 bulan untuk RU1 serta RU2 (bebas) sebanyak 4 orang.
"Remisi umum 2 (RU2) ini untuk warga binaan yang bisa langsung pulang (bebas) usai mendapatkan pengurangan masa tahanan," ucap Kepala Lapas Kelas IIB Tuban, Edi Kuhen.
Kalapas asal Medan ini menyebut mayoritas warga binaan yang ada di Lapas Tuban terpidana kasus peredaran narkotika.
Sementara itu, Bupati Aditya Halindra Faridzki berharap warga binaan lain juga dapat melakukan introspeksi diri serta menjaga sikap yang lebih baik lagi, agar nantinya bisa mendapatkan remisi.
"Allah sangat sayang kepada mereka semua, berharap mereka bisa melakukan introspeksi diri dan menjadi manusia yang lebih baik lagi," bebernya.
Dalam momen itu, Bupati Tuban bersama forkopimda juga menyempatkan melakukan pencanangan pembangunan dapur sehat di Lapas Tuban.
Bupati Lindra mengatakan, sesuai arahan dari Kalapas Tuban Edi Kuhen untuk melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban, salah-satunya memperbaiki fasilitas yang ada di lapas Tuban.
"Setelah ini lapas akan mendapatkan progam dari Pemkab Tuban. Sesuai harapan kalapas, kami akan merombak dapur yang lebih presentatif," ungkapnya.
Diketahui, dapur yang berada di wilayah Lapas Tuban saat ini jaraknya dianggap terlalu dekat dengan bak sampah, juga berdekatan dengan tempat tinggal warga binaan.
"Jadi rencananya akan direlokasi yang lebih presentatif," ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Lindra juga mengapresiasi kondisi Lapas Tuban yang bersih, beserta warga binaannya yang juga semakin bisa introspeksi diri. Harapan ke depannya, akan ada banyak warga binaan yang bisa mendapatkan remisi.
"Satu hal yang membuat saya terkesan saat melakukan kunjungan di Lapas Tuban, ketika saya bertanya terkait kebutuhan mereka. Mereka tidak meminta hal yang macam-macam, malah saya yang gigih menawarkan," kata Lindra.
Menurutnya, hal itu sebagai bentuk manajemen dan didikan Lapas Tuban kepada para warga binaan dalam menjaga sopan-santun.
Selain itu, Lindra juga berencana untuk menambah fasilitas yang ada di Lapas Tuban. Di antaranya, alat musik, televisi, alat olahraga, dan matras.
"Nanti kita komunikasikan dengan kalapas, apakah penambahan fasilitas itu diizinkan. Bagaimanapun juga, ini kewajiban kami untuk memperhatikan masyarakat Kabupaten Tuban," tutupnya.
Terkait dengan program itu, pihak lapas merespons baik rencana Bupati Tuban untuk mencanangkan pembangunan dapur sehat dan penambahan fasilitas yang ada di lingkungan lapas.
Diketahui, rencananya pembangunan dapur sehat akan dilakukan di bulan September atau Oktober 2024. (coi/rev)