Lanscape Alun-Alun Tuban. Foto: Ist.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Usai dilakukan rehabilitasi, Alun-Alun Tuban kini menjadi destinasi wisata bagi masyarakat maupun wisatawan luar Tuban. Tiap harinya, Alun-Alun Tuban didatangi pengunjung untuk berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun sekadar berswafoto.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengungkapkan tingginya minat kunjungan ke alun-alun harus disikapi dengan penataan sebaik mungkin. Tujuannya, agar pengunjung mendapat kesan positif dan mau kembali lagi berkunjung ke Kabupaten Tuban.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
"Pada gilirannya nanti akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Lindra, sapaan karib Bupati Tuban, mengungkapkan keberadaan fasilitas publik tidak hanya untuk satu kelompok saja, tapi menjadi hak seluruh warga. Oleh karena itu, pemda harus bisa memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat luas.
Pemkab Tuban pun terus berupaya mengakomodasi apa yang menjadi aspirasi warga, PKL, bahkan pengunjung, baik dalam maupun luar Tuban.
Lindra menegaskan, penetapan regulasi dibuat untuk menjaga satu sama lain, termasuk dalam hal penataan PKL. Karena itu, ia berharap setiap orang dapat mematuhi regulasi tersebut agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




