Grafis: The Republic Institue
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Menjelang coblosan lembaga survei The Republic Institute merillis hasil survei terbaru. Hasilnya, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Calon Wakil Bupati Mojokerto nomor urut 2, Dr Muhammad Al Barraa (Gus Barra)-dr Muhammad Rizal Octavian (Mubarok) menguat. Sebaliknya paslon nomor urut 1 Ikfina Fahmawati-Sadulloh Syarofi (Idola) mengalamani penurunan.
“Responden menempatkan pasangan Idola, Ikfina Fahmawati - Sa’dulloh Syarofi dengan angka 32,6%, sedangkan pasangan Mubarok, Muhammad Al Barra - dr. Rizal Oktavian mendapatkan angka 65,2%, dan responden yang belum menentukan pilihan sebesar 2,2%,” ujar Dr. Sufyanto, S.Ag., M.Si, peneliti utama The Republic Institute dalam rilisnya kepada HARIAN BANGSA,Jumat (22/11/2024).
BACA JUGA:
- Kiai Asep Peringatkan Pejabat di Pemerintahan Gus Barra, Korupsi Langsung Diganti!
- Menang Telak, Gus Barra-Rizal 53,38 %, Ikfina-Gus Dollah 46,62%, Ini Data Lengkap Suara 18 Kecamatan
- Sambut Kemenangan Barra-Rizal, Karangan Bunga Banjiri Kantor Pemkab Mojokerto
- Awas Copet Suara di TPS, PAN Jatim Ingatkan Calon Saksi Barra-Rizal dan Khofifah-Emil di Mojokerto
Sufyanto kemudian merinci secara detail. “Dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, pasangan Bu Ikfina – Gus Dulloh unggul di 1 kecamatan. Sementara itu pasangan Gus Barra – Dokter Rizal unggul di 17 kecamatan,” tutur doktor jebolan Unair itu.
Menurut Sufyanto, untuk saat ini margin keunggulan Gus Barra-Rizal sebesar 32,6%. “Dengan posisi elektabilitas tersebut kemungkinan kecil bagi pasangan Bu Ikfina-Gus Dulloh untuk mengejar ketertinggalan,” tambah Sufyanto.
Alasannya, kecenderungan elektabilitas incumbent biasanya semakin menurun menjelang diselenggarakannya pemilu.
Menurut Sufyanto, teknik pengambilan sampel survei ini adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel 1.200 responden, yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Mojokerto.
“Waktu pengambilan sampel dengan wawancara langsung ke responden dilakukan pada tanggal 14 – 20 November 2024, dengan margin of error sebesar 2,8 %,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




