Tafsir Al-Anbiya' 78-79: 70 Persen Hakim Masuk Neraka

Tafsir Al-Anbiya Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie.

Membaca tesis ini, sejatinya orang yang menjadi hakim itu sudah membaca bahwa 70 persen nasib di akhiratnya kelak lebih berpotensi masuk neraka. Tetapi terpujilah sebagai hakim yang jujur. Surganya bagus nanti di sono. Bisa ketemu Nabi Daud, Nabi Sulaiman. Semoga.

Dialah al-Imam Ali ibn Abi Thalib, sang khalifah keempat yang berperkara dengan seorang Yahudi soal baju perang. Hakimnya adalah Syuraih, seorang hakim super jujur dari kalangan Tabi’in qurun awal.

Qadli Syuraikh meminta agar sang khalifah menunjukkan bukti atau menghadirkan saksi, bahwa si Yahudi adalah malingnya.

Akan tetapi sang khalifah tidak bisa membuktikan maupun menghadirkan saksi sesuai permintaan sang hakim.

"Saksinya adalah anak saya sendiri, Hasan," ujar Ali ibn Abi Thalib.

Qadli Syuraikh menolak: "Saksi keluarga tidak bisa diterima, wahai khalifah".

Khalifah Ali sedikit bersuara tinggi: "Apakah kamu menolak dia, sementara kakeknya (Rasulullah SAW) telah menobatkannya sebagai pemimpin paguyuban remaja surga nanti".

Tapi, Rasulullah SAW juga memberi panduan tegas, bahwa saksi keluarga tidak diterima di pengadilan. "Dan ini pengadilan, ini tanggung jawab saya....".

Sang khalifah diam dan menyerah, lalu keputusan dimenangkan untuk pihak yahudi. Sidang perkara perdata, pidana, selesai. Mereka bergegas meninggalkan ruang persidangan.

Di tengah jalan, si Yahudi terheran-heran melihat kejujuran sekaligus ketegasan qadli Syuraih. Hakim super jujur dan tidak takut risiko apa-apa.

Meski dirinya Yahudi, meski dirinya yang salah dan memang yang maling, tapi karena fakta persidangan dan syariahnya begitu, maka dia tetap dimenangkan.

Hal yang tidak pernah dia lihat di kalangannya, di masyarakat Yahudi sendiri.

Termenung sejenak, lalu si Yahudi tersebut memutuskan untuk menyerahkan baju perang yang dicuri dari lawannya, Khalifah Ali ibn Abi Thalib dengan sadar setelah menyaksikan kehebatan hakim Syuraih. Lalu bersyahadah di depan sang khalifah.

Kejujuran membuka kesadaran wong kafir menjadi tercerahkan dan menjadi muslim. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO