Tafsir Al-Anbiya' 78-79: Gunung-Gunung Ikut Bertasbih

Tafsir Al-Anbiya Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie.

Tak mau ketinggalan, gunung-gunung pun enjoy menyertai Daud A.S., memuji kemahasucian Tuhan.

Apa makna tasbih, “yusabbihna” pada ayat ini?

Mending burung-burung, masih bisa diterka cara mereka bertasbih kepada-Nya. Semisal, kicaunya yang merdu, meskipun kita tidak mengerti terjemahannya. Tapi, Tuhan pasti mengerti. Sedangkan gunung, tasbihnya seperti apa? Itu bebatuan dan benda mati.

Tuhan mencipta gunung dari gundukan tanah dan bebatuan, kemudian perlahan meninggi dan menjulang hingga ribuan meter dari permukaan tanah saja bisa. Apa lagi sekadar membuat mereka bertasbih.

Tentu saja, model tasbih disesuaikan dengan kurikulum bebatuan itu sendiri. Memang manusia tidak mengerti, tapi apa yang tidak bisa dimengerti oleh Tuhan.

Penelitian Dr. William Brown, ilmuwan biologi molekuler dari Inggris yang menemukan suara gemuruh dan monoton dari pepohonan. Lalu dibesarkan hingga seribu kali, tetapi tetap saja tidak bisa dimengerti terjemahannya.

Hanya al-Qur’an yang jelas mengatakan, bahwa itu adalah suara pepohonan bertasbih. Ilmuwan itu lantas bersujud di hadapan Sang Maha Pencipta.

wa kunna fa’ilin”. Kamilah yang melakukan itu semua. Lha kalau Tuhan yang maha bisa segala sudah mengatakan seperti itu, lalu apa yang tidak bisa terjadi bila Sang Dia menghendaki.

Ini tentu tamparan bagi manusia yang sok berpikir serba rasional. Bahwa di atas rasional ada supra rasional, dan itulah wilayah Tuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO