KOTA BLITAR,BANGSAONLINE.com - Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali merebak, tak terkecuali di Kota Blitar. Kominfo mencatat 39 kasus dengan lima kasus sapi mati.
Untuk mencegah semakin banyaknya kasus, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) memberikan vaksin PMK untuk sapi di dua kelurahan. Diantaranya Kelurahan Klampok dan Kelurahan Sukorejo.
BACA JUGA:
- MAKI Tolak Mantan Napi Maju Calon Ketua KONI, Wali Kota Blitar Buka Suara
- Sekolah Rakyat di Kota Blitar Mulai Verifikasi Calon Siswa, Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
- Gelar GPM di 31 Titik, DKPP Bojonegoro Tekan Lonjakan Harga Pangan
- DKPP Lamongan Telusuri Dugaan Penjualan Pupuk Bersubsidi Secara Ilegal
Dewi Masitoh Kepala DKPP Kota Blitar mengatakan, vaksin yang diberikan tersebut merupakan jatah vaksin dari pusat, total ada 300 dosis vaksin.
"Jadi kita melakukan vaksin di dua kelurahan yakni Klampok dan Sukorejo. Kita mendapatkan jatah vaksin dari pusat sebanyak 300 dosis," ujar Dewi Masitoh.
Dia mengatakan sampai saat ini ada 39 kasus PMK di Kota Blitar. Dari 39 kasus tersebut lima diantaranya dilaporkan mati.
"Jadi kita ada 39 kasus dengan jumlah kematian lima," tuturnya.
Kata dia, adanya hewan ternak sapi yang mati ini karena peternak telat melaporkan kasus. Selain itu, saat ini PMK yang menyerang sapi biasanya juga disertai pilek. Sehingga lebih beresiko mati jika terserang PMK.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




