"Jadi masyarakat ini telat melaporkan kasus sehingga sampai mati. Karena untuk PMK saat ini memang lebih beresiko," imbuhnya.
Vaksin PMK jelasnya, diprioritaskan pada hewan sehat di radius tiga kilometer dari lokasi kasus.
"Jadi yang divaksin harus yang benar-benar sehat karena kalau yang sakit beresiko," terangnya.
Sugiono peternak sapi asal Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan adalah salah satu yang sapi nya mendapatkan vaksin PMK. Kata dia, sapi milik nya sempat mengalami gejala mirip PMK.
Ia pun segera melakukan langkah penanganan dini dan memanggil dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.
"Ya sempat khawatir karena kan pernah juga mengalami gejala seperti itu (PMK). Gejalanya itu panas, kejang, tidak mau makan. Kemudian saya keluarkan lendir di mulut setiap dua jam sekali dan saya panggil dokter hewan, Alhamdulillah bisa sembuh," pungkasnya. (ina/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




