Mensos RI Saifullah Yusuf saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto: YUDI A/BANGSAONLINE
Gus Ipul mengaku sangat optimis terhadap target pengentasan kemiskinan tersebut. Untuk itu, pihaknya ingin semua orang mengambil peranannya masing-masing. Tidak hanya melulu urusan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi urusan semua. Terutama bagi pihak perguruan tinggi negeri maupun swasta.
"Kita ingin ego sektoral seperti jalan sendiri-sediri itu dihilangkan. Dan, supaya langka-langkah kita itu terukur berdasarkan suatu kajian akademis, maka kita ingin mengajak perguruan tinggi di wilayah-wilayah mereka berada," ungkapnya.
Pihaknya mnginginkan adanya kampung-kampung yang digarap secara bersama-sama Kementerian Sosial (Kemensos) seta kementerian-kementerian yang lain serta pemerintah daerah. Tentunya dengan menggandeng perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di daerah masing-masing.
Saat disinggung terkait penyaluran bansos dan lain-lain, Gus Ipul menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada suatu permasalahan.
Pihaknya menegaskan kalau memang diperlukan adanya suatu penambahan maka akan ditambah oleh Pemerintah RI.
"Ini merupakan arahan dari Presiden (Prabowo Subianto). Tapi kan sekarang masih dalam proses penuntasan data. Nanti kalau datanya sudah selesai, artinya lebih sesuai dengan kenyataan, setiap 3 bulan kita ambil," jelasnya.
"Mohon maklum ya, bisa jadi nanti ada yang dapat bansos di triwulan pertama, di triwulan kedua tidak dapat. Karena kita terus melakukan pemutakhiran data. Jadi, yang eror-eror itu kita atasi sehingga pensasarannya itu tepat sasaran," tandasnya. (ari/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




