
BANGSAONLINE.com - Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Gunawan Nugroho, mengupayakan kemandirian industri Indonesia melalui beberapa riset berbasis perpindahan panas konveksi di bagian hulu teknologi.
Dalam orasi ilmiahnya, Profesor Departemen Teknik Fisika ITS ini menyatakan secara sederhana bahwa perpindahan panas konveksi ini merupakan perpindahan panas yang melalui aliran fluida, baik gas maupun cair.
Baca Juga: Gubes ITS Gagas Metode untuk Tingkatkan Performa Teknologi Antena
Ia menambahkan, ranting ilmu yang ditelitinya memiliki ranah aplikasi yang luas. Meskipun begitu, penerapannya tetap memakai hukum-hukum fisika, seperti hukum kontinuitas, persamaan Navier-Stokes, momentum, dan energi.
Gunawan mengatakan alasannya menekuni kepakaran ini selama lebih dari 10 tahun adalah karena memiliki sisi matematis yang menantang. Salah satu yang membuat menantang adalah adanya persamaan Navier-Stokes.
“Menurut Clay Mathematics Institute, persamaan Navier-Stokes termasuk satu dari tujuh masalah besar matematika yang belum terpecahkan,” jelasnya, Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: Guru Besar ITS Kaji Ketimpangan Ekonomi untuk Tingkatkan Daya Saing Wilayah
Gunawan menambahkan, kebaruan keilmuan yang dibahas adalah metode semi empiris. Metode semi empiris atau parameterisasi merupakan cara menyelesaikan masalah-masalah yang mudah guna dijadikan dasar solusi untuk masalah sulit yang diselesaikan dengan jalan eksperimen.
“Secara fisika mudah diselesaikan, sehingga dikerjakan dulu. Tapi, secara matematis memerlukan trik tertentu untuk mencocokkan konstanta-konstanta,” tuturnya.
Lebih lanjut, alumnus S1 Teknik Fisika ITS ini mengatakan bahwa ia berfokus kepada penelitian perpindahan panas konveksi di hulu industri untuk mempercepat kemandirian industri nasional. Dengan menguasai hulu teknologi yaitu hukum-hukum fisika, dapat dipastikan Indonesia bisa menjadi bangsa yang inovatif dan cerdas sehingga memiliki teknologi yang mandiri untuk dimanfaatkan warganya.
Baca Juga: Perkuat Industri, Profesor ITS Kembangkan Material Seluler dan Magnet Mesin
Tak hanya itu, solusi percepatan kemandirian industri yang Gunawan paparkan juga memanfaatkan Clouds dan Internet of Things (IoT).
“Nantinya, Clouds akan menampung solusi permasalahan di industri dan menentukan penyelesaian yang cocok untuk digunakan dengan basis IoT,” katanya.
“Berangkat dari situ, nanti bisa lihat solusinya berupa produk baru atau running fabric yang sudah ada,” imbuh Gunawan.
Baca Juga: ITS Duduki Peringkat Pertama di Indonesia versi Edurank
Kedepannya, Gunawan akan membuat heat recovery dan merancang penukar panas dengan performansi yang tinggi. Dengan memanfaatkan panas sisa dari industri, bisa diubah menjadi energi bersih menggunakan teknologi penukar panas performansi tinggi, sehingga utilisasi panas dapat maksimal.
Dia berharap, ada dukungan untuk merealisasikan rencana tersebut. Seperti dukungan untuk riset-riset dasar, untuk UMKM teknologi, dan kredit lunak usaha. Pemerintah juga perlu membuat strategi yang tidak konvensional untuk mempermudah sistem perbankan agar turut mempermudah perputaran kredit yang digunakan sebagai pendanaan riset.
Upaya ini selaras dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs) 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui upaya pemanfaatan panas sisa yang berdampak pada menurunnya emisi karbon. Tidak hanya itu, rencana penelitian tersebut sesuai dengan poin SDGs 9 tentang infrastruktur, industri, dan inovasi karena keterbaruan yang diriset di bidang industri. (msn)
Baca Juga: Tendik ITS Tingkatkan Pengembalian Barang yang Hilang lewat MyITS Lost & Found
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News