Ilustrasi
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Pamekasan diimbau mewaspadai peredaran uang palsu jelang lebaran Idul Fitri yang tinggal dua minggu lagi.
Imbauan ini disampaikan AKP Sri Sugiarto, Kasihumas Polres Pamekasan. Ia menyampaikan, bahwa selama bulan Ramadhan transaksi ekonomi meningkat. Hal inilah yang rawan memicu peredaran uang palsu.
BACA JUGA:
- Dua Santri Terjatuh dari Lantai Dua Asrama di Pamekasan, Satu Meninggal Dunia
- Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Truk Bos di Pamekasan
- Korwil BGN Pamekasan Jalani Klarifikasi 10 Jam di Polres, Didampingi Wakareg Jatim
- Polres Pamekasan Dalami Dugaan Rangkap Jabatan Korwil BGN, Pemeriksaan Maraton 10 Jam
Menurut Sri, ada beberapa lokasi yang rawan peredaran uang palsu. Antara lain pasar, pusat perbelanjaan, tempat pengiriman uang, tempat jasa penukaran uang baru.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat, utamanya para pelaku usaha, agar hati-hati terhadap peredaran uang palsu.
"Masyarakat harus lebih hati-hati saat transaksi jual-beli maupun saat melakukan penukaran uang baru, agar tidak tertipu oleh pelaku yang mengedarkan uang palsu," ucapnya dilansir laman RRI, Ahad (64/3/2025).
Dalam kesempatan ini, Sri juga membeberkan ciri-ciri uang palsu, maliputi tekstur yang lebih halus, serta warna yang cenderung lebih pucat dibandingkan uang asli.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




