Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto melakukan peninjauan langsung pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Jumat (4/4/2025). Foto: Ist.
Dari hasil pemantauan tahun ini, terjadi penurunan volume arus mudik dan balik dibandingkan tahun lalu. Hal ini diduga karena libur panjang yang membuat kepulangan masyarakat lebih terdistribusi sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan pada satu waktu tertentu.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh stakeholder terkait akan terus bersinergi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para pemudik selama perjalanan kembali ke tempat asal masing-masing.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik, Ditlantas Polda Jatim telah menerjunkan lebih dari 15 ribu personel yang tersebar di berbagai wilayah, di bawah koordinasi langsung para Kapolres. Mereka dikerahkan untuk mengantisipasi kepadatan di destinasi wisata serta jalur-jalur arus balik.
Menurut Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, situasi lalu lintas di Jawa Timur pada H+3 Lebaran 2025 menunjukkan adanya anomali, di mana kepadatan tidak hanya disebabkan oleh arus mudik tetapi juga oleh masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bersilaturahmi atau mengunjungi destinasi wisata.
"Hari ini mulai terlihat arus balik yang bergerak. Namun, kami masih melihat aktivitas masyarakat yang berwisata. Kami berharap puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 5-7 April tidak terlalu tinggi," tambahnya.
Dalam rangka mengantisipasi potensi kemacetan di simpul-simpul jalan selama arus balik, Komarudin mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan. Ditlantas Polda Jatim juga akan memberikan pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time selama 24 jam melalui berbagai platform media sosial dan kerja sama dengan media mainstream.
"Kami akan memberikan informasi terbaru setiap jam melalui media sosial. Harapannya, masyarakat tidak terjebak di titik-titik padat dan bisa memilih jalur alternatif. Misalnya, di Pasuruan, Batu, Banyuwangi, dan Magetan, masing-masing sudah disiapkan skenario tersendiri. Saat ini, kami juga memantau banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan," ungkapnya.
Komarudin menegaskan bahwa pembaruan informasi ini akan membantu masyarakat dalam memilih rute perjalanan terbaik, terutama karena beberapa ruas jalan dilaporkan dalam kondisi cukup lengang.
"Dengan informasi yang kami sampaikan secara berkala, masyarakat bisa lebih mudah menentukan jalur perjalanan yang lebih baik dan aman," tutup Komarudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




