Delapan tersangka petasan maut di Pamekasan saat diekspos di hadapan awak media.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pamekasan terus mengembangkan penyelidikan atas kasus petasan maut yang merenggut nyawa pelajar berinisial RR (18) di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo.
Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, menyampaikan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi dalam kasus tersebut. Sebelumnya, Polres Pamekasan telah menetapkan 8 orang tersangka.
BACA JUGA:
- Tabrak Lari Antara Bus dan Motor di Pamekasan, Penumpang Tewas di Lokasi
- Polres Pamekasan Bongkar Sindikat Pencuri Perhiasan Antarpulau, Dua Wanita Ditangkap di NTB
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Diduga Gegara Puntung Rokok, Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pamekasan Ludes Terbakar
"Kami menetapkan delapan orang tersangka. Kemungkinan besar akan nambah tersangka lagi. Kami akan mengembangkan sidik kasus ini," kata Kapolres Pamekasan, Senin (7/4/2025).
Sementara Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, mengatakan pihaknya juga bakal memanggil Kepala Desa Pangorayan, selaku tokoh masyarakat, untuk dimintai keterangan.
"InsyaAllah, surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada yang bersangkutan. Desa Pangorayan ini kan tempat kejadian perkara, InsyaAllah surat pemanggilan sudah dilayangkan," tuturnya.
Informasi yang beredar, pemilik petasan tersebut diduga adalah Kepala Desa Pangorayan.
Hal ini mencuat setelah tangkapan layar chat atau percakapan yang diduga dari Kapolsek Proppo Iptu Nanang perihal informasi pemilik petasan, beredar di media sosial.
"Langsung ke Pak Klebun (kepala desa)," kata Kapolsek Proppo.
"Punya Pak Kades ta?" kata penanya.
"Iyo," jawab Kapolsek Proppo.
Pasca kejadian tersebut, Kapolres Pamekasan bertekad untuk meniadakan pesta petasan berdaya ledak tinggi yang sangat membahayakan keselamatan. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




