H. Deni Prasetya, SE, Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan PW GP Ansor Jatim.
Deni berharap dengan adanya kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Himpunan Milik Negara (Himbara), maka kesulitan modal para petani bisa teratasi.
Ia melanjutkan, selama ini kendala utama petani selain serangan hama, juga permodalan. Modal itu dibutuhkan untuk pembelian bibit, pestisida, pupuk dan perawatan lahan pertanian.
"Saya berharap komoditas perkebunan unggulan di daerah tertutup juga bisa menjadi prioritas bantuan permodalan. Contohnya Jember dengan komoditas kopi, tembakau dan gula," terang Anggota DPRD Jatim dapil Jember Lumajang itu.
Dirinya mengingatkan, proses seleksi harus benar-benar dilakukan dalam operasional Koperasi Merah Putih. Ia mencontohkan, jangan sampai ada anggota koperasi yang berasal di luar desa.
Selain azas tepat sasaran, Deni juga berharap adanya azas tepat guna. Dengan kata lain, kucuran yang didapat oleh anggota koperasi peruntukkannya tidak melenceng.
"Dengan kucuran dana sampai Rp5 Miliar tentu pendampingan dan pengawasan menjadi penting. Hal ini untuk memastikan berjalannya visi dan misi koperasi. Ini menjadi peran Dinas Koperasi dan seluruh anggota Koperasi," pungkas Deni. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






