Kardinal Robert Francis Prevost. Foto: Bisnis.com
Yang dimaksud Tahta Suci (bahasa Latin: Sancta Sedes) adalah pemerintahan universal Gereja Katolik, yang dipimpin oleh Paus sebagai Uskup Roma.
Nah, jumlah pemasukan Tahta Suci itu mencapai US27 juta (Rp445 miliar) setiap tahun. Artinya, setiap bulan berkisar Rp 33 miliar lebih. Sumbangan terbesar berasal dari AS, Jerman, dan Italia, demikian menurut American Magazine.
Media Spanyol Marca, mengungkap bahwa mendiang Paus Fransiskus semasa menjabat dahulu dikabarkan mendapatkan US$32 ribu atau setara Rp526 juta per bulan. Namun, Fransiskus menolak uang tersebut. Ia memilih menyumbangkan uang tersebut ke gereja maupun yayasan.
Berarti Kardinal Robert Francis Prevost yang baru terplih sebagai Paus baru Katolik juga akan menerima penghasilan sebesar Ro 526 juta perbulan.
Menurut laporan, kondisi keuangan Vatikan selama bertahun-tahun berada dalam bahaya. Defisit operasional tahunannya meningkat hingga lebih dari US$90 juta (Rp1,4 triliun) pada 2023.
Paus Fransiskus ketika menjabat sebagai Paus sempat mengingatkan bahwa badan dana pensiun Vatikan, yang menyediakan dana pensiun bagi staf Takhta Suci dan Vatikan, telah menghadapi "ketidakseimbangan prospektif yang parah" yang terus merosot seiring waktu.
Dilansir CNN, Takhta Suci sendiri tidak pernah memberikan angka pasti mengenai keuangannya. Namun, World Factbook milik Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat memperkirakan pendapatan dan pengeluaran Vatikan pada 2013 masing-masing mencapai US$315 juta (Rp5,1 triliun) dan US$348 juta (Rp5,7 triliun).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






