Christoporus Suryo, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Timur. foto: istimewa.
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kabar wafatnya Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pemuda Katolik, yang mengenangnya sebagai figur pemimpin dekat dengan aktivis muda dan peduli pada kaderisasi.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Timur Christoporus Suryo menyampaikan, almarhum memiliki kedekatan kuat dengan kehidupan umat Katolik di Jawa Timur.
Selain menjabat Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono juga merupakan Dewan Pembina Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Surabaya.
Suryo menilai almarhum konsisten memberikan dukungan terhadap pengembangan organisasi kepemudaan.
"Selama kami berinteraksi dengan Pak Adi, banyak hal yang dilakukan bersama-sama. Beliau sangat concern pada perkembangan ormas-ormas kepemudaan, khususnya bagi aktivis muda," ujar Suryo dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, Adi dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Meski menjabat sebagai pejabat publik, ia tetap menyediakan waktu untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mentransfer pengetahuan kepada generasi muda.
Rumah dinasnya pun kerap menjadi ruang diskusi terbuka bagi pengurus Komda maupun Komcab.
"Beliau sering menerima kami untuk berdiskusi di rumah dinas. Beliau sangat humble. Meskipun sebagai pejabat, beliau meluangkan waktu untuk pergerakan kaum muda," tambahnya.
Suryo juga mengenang pesan almarhum agar organisasi kepemudaan Katolik terus memperluas jangkauan dan memperbanyak kader. Komitmen tersebut, kata dia, pernah disampaikan langsung oleh Adi.
"Pesan yang dulu disampaikan kepada saya: 'Selama saya masih sehat, saya diundang Pemuda Katolik, di manapun saya akan hadir'," kenang Suryo menirukan ucapan almarhum.
Komitmen itu diwujudkan melalui kehadiran Adi dalam berbagai kegiatan, termasuk kesediaannya menjadi narasumber dalam Kursus Kepemimpinan (KKM).
Untuk diketahui, Dominikus Adi Sutarwijono atau yang akrab disapa Mas Awi meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Jakarta setelah menjalani perawatan intensif.
Adi lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968. Sebelum berkiprah di dunia politik, ia berkarier sebagai jurnalis, yang membentuk karakter kritis dan terbiasa membaca realitas sosial sebelum mengambil sikap.
Karier politiknya ditempuh dari bawah hingga dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Ia kemudian menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
Sebelumnya, Adi juga pernah menjadi anggota DPRD Surabaya pada sisa masa jabatan 2009–2014 sejak 2012 serta periode 2014–2019.
Di mata kolega, Adi dikenal bukan sebagai politikus yang reaktif, melainkan pemimpin yang mengedepankan dialog dan musyawarah dalam mengambil keputusan. (mdr/van)








