Wali Kota Kediri saat memberi sambutan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan yakni dengan kelanjutan program penanaman sepuluh ribu pohon. Lalu, masyarakat juga harus mulai memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam. Meskipun lahan di perkotaan terbatas, bisa dilakukan penanaman menggunakan polybag.
"Ini menjadi ikhtiar kita dalam menciptakan ruang hijau yang mengutangi emisi karbon sekaligus memperindah lingkungan tempat tinggal. Kebersihan lingkungan ini juga mempengaruhi kualitas kesehatan kita. Jadi sangat penting untuk menjaga lingkungan," ucap Wali Kota Kediri.
Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri, Imam Muttakin, menyebut Lomba Zero Waste Kelurahan ini sebagai salah satu upaya memberikan edukasi kepada masyarakat secara persuasif.
"Bagaimana agar masyarakat bisa mulai membiasakan diri untuk memilah sampah di lingkungannya. Bahkan dapat mengelola sampah di lingkungannya untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi," tuturnya.
Nantinya, lanjut Imam, satu kelurahan mengirimkan perwakilan satu RT yang telah melakukan zero waste. Lomba ini diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat selama ini yang menganggap sampah tidak ada manfaatnya.
"Padahal sampah bisa diolah. Kondisi saat ini timbulan sampah di Kota Kediri setiap harinya tidak berkurang. Ini sejalan dengan perkembangan perekonomian dan jumlah penduduk. Kondisi TPA Kota Kediri hampir mencapai puncak. Sementara saat ini pengurangan sampah belum maksimal. Dimana sampah yang masuk di TPA masih mencapai 150-160 ton per hari," ungkapnya.
"Kalau kita tidak segera membuat gerakan di masyarakat maka akan sulit mengatasi permasalahan sampah. Harapannya masyarakat bisa sadar untuk memilah dan mengelola sampah di tingkat rumah tangga," pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




