Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar dan Firman Syah Ali hadir dalam pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) di Jakarta, Senin (13/7/2025). Foto: Firman Syah Ali
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Fathan Subchi dan Sekjen HM Nur Purnamasidi S.Sos resmi dikukuhkan di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (13/07/2025).
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan beberapa pejabat negara lain baik pusat maupun daerah yang berasal dari PMII.
BACA JUGA:
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
- Kiai Asep Berharap Indonesia Keluar dari BoP, Ketua PWNU Jabar: Kiai Asep Dibutuhkan NU
- 10 Makna Kehadiran Lia Istifhama di IKA-PMII: Peran Strategis dan Dampaknya bagi Gerakan Alumni
- Prabowo Undang Sejumlah Tokoh ke Istana, Bahas Isu Geopolitik
Mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj juga hadir dan menyampaikan pembekalan kepada pengurus yang dikukuhkan.
Acara dibagi dalam 5 sesi yaitu Sesi 1 Grand Opening, Sesi 2 Diskusi Publik, Sesi 3 Sambutan-sambutan, sesi 4 Pengukuhan Pengurus dan sesi 5 Hiburan. Sesi hiburan diramaikan oleh Fadli Padi.
Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) IKA PMII dalam orasinya mengajak siapapun alumni PMII untuk selalu berbagi ke adik-adik PMII. Dia menegaskan bahwa sebagian harta alumnus PMII bukanlah milik pribadi maupun keluarga tapi milik PMII, oleh karena itu harus sering dibagikan ke adik-adik PMII.
Cak Imin dalam sambutannya mengajak kepengurusan IKA PMII yang baru dikukuhkan harus berkomitmen mendukung Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita. Menurut dia, PB IKA PMII yang dikukuhkan saat ini adalah energi dahsyat.
Menteri ATR BPN H Nusron Wahid dalam orasinya mengajak kader PMII mendukung landreform untuk pemberdayaan dan pengembangan pesantren. Dalam kesempatan ini Nusron Wahid menyampaikan bahwa Reforma Agraria tidak hanya tentang pembagian lahan, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pesantren.
Klik Berita Selanjutnya






