Kades Pucangan, Santiko (kanan) saat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa (Kades) Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Santiko, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait penyampaian pernyataannya dalam forum bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.
Permohonan maaf itu disampaikan Santiko di hadapan awak media yang sengaja ia undang untuk menyampaikan tanggapan atas viralnya pemberitaan tentang KDMP Desa Pucangan yang diputus kontrak oleh Direktur Perekonomian Ponpes Sunan Drajat selaku mitra.
BACA JUGA:
- Perkuat Ekonomi Desa, Wabup Tuban dan Dandim Serahkan 42 Truk Operasional KDKMP
- Diputus Kerja Sama dengan Sponsor, Koperasi Desa Merah Putih di Pucangan Tuban Dibongkar
- Di Tuban, Gubernur Khofifah Targetkan Seluruh KDMP Jatim Sudah Beroperasi Akhir September 2025
- Penyidik Satreskrim Polres Tuban Mulai Periksa Korban Dugaan Penggelapan Dana BMT AKS Bancar
Santiko yang juga menjabat sebagai Ketua Pengawas Koperasi Desa Makmur Pucangan (KDMP), mengakui dirinya grogi saat berbicara di depan Prabowo saat peluncuran dan peresmian 80.000 KDMP se-Indonesia.
Santiko mengaku saat acara bersama Presiden Prabowo, ia menyampaikan hal yang spontan. Sebab jika secara struktur, pernyataan resmi harusnya ranah Ketua KDMP.
"Saat itu saya tiba-tiba diberikan mikrofon. Jadi saya hanya menyampaikan seadanya, dan mohon maaf jika ada hal yang kurang tepat," ujar Santiko, Rabu (23/07/2025).
Konteks pernyataan Santiko yang menjadi sorotan adalah dirinya kurang menegaskan kontribusi besar dari Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam lahir dan berkembangnya KDMP.
Santiko menegaskan, sejak awal pembentukan koperasi hingga terbentuknya kedai atau gerai KDMP, semua tidak lepas dari dukungan ekonomi dan manajerial dari Ponpes Sunan Drajat.
"Sejak awal, kontribusi Perekonomian Ponpes Sunan Derajat sangat besar. Kami sangat merasakan dampaknya, dan warga juga sangat terbantu," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




