Anggota DPD RI dari Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.
"Kriminalisasi yang diviralkan tanpa keakuratan data, justru menjadikan siswa atau anak dari pelapor sebagai korban. Sebab turut menerima sanksi sosial dari masyarakat," ucap Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi FJN itu.
Sebagai anggota Komite III DPD RI, ia turut menekankan pentingnya percepatan pembangunan sekolah inklusi berjenjang di seluruh wilayah Indonesia, serta kebijakan afirmatif bagi orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK).
"Dengan demikian capaian pendidikan bagi ABK terpenuhi akibat ABK sebagai anak didik dan orang tua sebagai wali murid mendapatkan atensi khusus," tuturnya.
Dalam kajiannya terhadap UU Kesejahteraan Sosial, Ning Lia menyoroti pentingnya desa sebagai pusat data sosial dan ekonomi warga.
Hal ini dinilai krusial untuk mendukung integrasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama dalam pelaksanaan program strategis seperti Koperasi Merah Putih.
"Terutama dalam menjalankan berbagai program strategis, baik terkait sosial, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sebagainya," pungkasnya. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




