Asyhari Eko Prayitno, Ketua Pemuda LDII Kota Kediri.
"Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat dan Sabtu. Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi Forum Group Discussion (FGD), para peserta membahas berbagai program dan solusi untuk meningkatkan peran pemuda LDII di tingkat PC dan PAC," jelasnya.
"Hari kedua, peserta mengikuti jalan santai, dilanjutkan dengan kegiatan outbond. Melalui permainan ini, para peserta diajak belajar pentingnya kerja sama, komunikasi, dan kekompakan. Juga mengambil hikmah pelajaran dari permainan dalam outbond," ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Ia juga menuturkan bahwa tujuan utama diklat ini adalah menyiapkan pemuda LDII yang memiliki daya juang tinggi, berkarakter luhur, profesional sesuai bidangnya, sekaligus tetap religius dalam menjalankan ajaran agama.
"Sehingga di LDII tidak akan kekurangan generasi untuk meneruskan estafet kepemimpinan dan tidak putus," tegas Huda.
Dijelaskan Huda, para peserta juga mengikuti pelatihan menjadi MC (Master of Ceremony) oleh Moch. Zainul Arifin. Dalam sesi ini, pemuda dibekali keterampilan menjadi public speaker yang dapat membawakan acara dengan baik sehingga dapat berjalan sukses karena dibawakan dengan profesional.
"Seorang MC itu bukan sekadar pembawa acara, tapi juga wajah dari sebuah kegiatan. Kalau MC-nya baik, acaranya akan hidup. Karena itu, penting bagi generasi muda LDII untuk terampil berbicara di hadapan publik," tutup Huda Mei. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




