Investasi di Gresik Tembus Rp37,9 Triliun, Tapi PAD Hanya Tumbuh Rp50-100 Miliar per Tahun

Investasi di Gresik Tembus Rp37,9 Triliun, Tapi PAD Hanya Tumbuh Rp50-100 Miliar per Tahun Dari kiri Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Ketua DPRD M. Syahrul Munir, Wakil Ketua Mujid Riduan, dan Lutfi Dhawam. Foto: Ist.

"Kenaikan PAD Gresik rata-rata setahun Rp50-100 miliar," ujar Syahrul, Jumat (22/8/2025).

PAD Gresik pada APBD 2025 diproyeksikan mencapai Rp1,568 triliun. Kemudian, pada APBD-Perubahan 2025 diproyeksikan naik menjadi Rp1,610 triliun, dengan postur APBD-P 2025 diproyeksikan Rp3,9 triliun.

"Kami minta optimalisasi sektor pendapatan, baik dari pajak maupun retribusi terus ditingkatkan untuk mendongkrak PAD," pungkas Syahrul.

Sementara Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, mendorong Pemkab Gresik agar berani melakukan langkah ekstensifikasi dengan menciptakan objek PAD baru.

Ia mencotohkan banyaknya aset milik pemerintah daerah yang tidak terpakai alias nganggur, baik berupa bangunan maupun lahan.

"Dulu saat Pemkab Gresik ada Dinas Pertanahan (Distan) yang dijabat Pak Sutaji Rudi pernah melakukan pendataan aset pemerintah berupa tanah (tak terpakai). Ada sekitar 1.000 bidang," ungkapnya.

"Kalau aset ini bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga seperti yang banyak dilakukan pengusaha di Gresik, berapa miliar uang atau pendapatan yang bisa masuk ke pemerintah untuk PAD. Itu baru satu sektor, belum sektor lain," pungkasnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO