Kandang ayam petelur milik Moh. Kasrip dari program Gayatri Pemkab Bojonegoro.
Dia berharap, program ini diberikan pendampingan lebih, karena belum semua ayam berproduksi.
"Belum semua ayam bertelur secara stabil. Apalagi saya juga baru pertama merawat ayam, jadi belum ada pengalaman," ungkapnya.
Program Gayatri di Desa Mojodelik diketahui telah berjalan sebagian. Dari total 68 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima program tersebut, 50 KPM telah terealisasi.
"50 KPM itu menggunakan dana social responsibility (CSR) dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sisanya 18 KPM yang menggunakan alokasi dana desa (ADD) masih belum terealisasi," kata Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu.
Dia mengatakan, program Gayatri yang menggunakan CSR langsung berupa barang, seperti ayam petelur beserta kandangnya. Sehingga dari desa tidak mengetahui besaran anggaran yang dialokasikan dari CSR tersebut.
Sedangkan, Gayatri yang menggunakan ADD Mojodelik dianggarkan sebesar Rp289 juta dengan total 972 ekor ayam yang diserahkan kepada 18 KPM. Nantinya setiap KPM akan mendapat 54 ayam petelur, termasuk kandang dan pakan.
"Namun saat ini masih belum terealisasi, karena menunggu stok ayam petelur yang masih antre. Untuk saat ini masih penyaluran kandang ayam," terangnya. (jku/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




